Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Konverter Kit
Tahun Depan, Pemerintah Bagikan 28 Ribu Konverter Kit
Tuesday 25 Sep 2012 15:53:20
 

Ilustrasi, Konverter Kit (Foto: BeritaHUKUM.com/boy)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sebagai upaya memperluas gerakan penghematan energi nasional, Pemerintah akan membagikan 28.000 unit konverter kit secara gratis untuk kendaraan umum di sejumlah daerah, antara lain Jabodetabek, Jawa Timur dan Kalimantan Timur pada tahun 2013 mendatang.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo pada acara The 7th Indonesia International Automotive Conference di JIExpo, Kemayoran, Senin (24/9), mengatakan, untuk tahun 2012 ini pemerintah membagikan 14.000 unit konverter kit untuk kendaraan umum, dengan harapan kendaraan penerimanya akan beralih dari menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ke Bahan Bakar Gas (BBG).

”Jumlah alokasi gas yang dibutuhkan sekitar 44,5 MMSCFD”, kata Evita.
Untuk tahun 2012 ini, 14.000 konverter kit akan dibagikan untuk kendaraan umum di Surabaya, Gresik, Sidoardjo dan Jabodetabek. Ditambah lagi 1.000 unit untuk kendaraan dinas pemerintah yang telah mulai dibagikan. Total pembagian konverter kit tahun ini mencapai 15.000 unit.

Pengumuman pemenang tender 14.000 unit konverter kit tersebut, lanjut Evita, dilakukan hari Senin (24/9). Sementara untuk pemenang tender bengkel, diharapkan dapat segera menyusul.

”Mudah - mudahan dalam waktu dekat, kita sudah bisa umumkan (pemenang) untuk bengkelnya”, kata Evita.

Sedangkan untuk SPBG, direncanakan pada akhir tahun dapat tersedia 54 unit, di mana 13 unit merupakan SPBG eksisting.

Dirjen Migas Kementerian ESDM itu menegaskan, bahwa kebijakan konversi dari BBM ke bahan bakar gas, merupakan upaya pemerintah untuk menekan beban subsidi BBM, dalam rangka meningkatkan ketahanan energi nasional.

Indonesia memproduksi minyak sebesar 329 juta barel, mengekspor minyak mentah sebesar 132 juta barel, mengimpor minyak mentah sebesar 99 juta barel dan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 182 juta barel pada tahun 2011, dan mengkonsumsi BBM 479 juta barel. Jadi, terdapat defisit sebesar 150 juta barel per tahun. Sementara cadangan terbukti minyak kita hanya 3,7 miliar barel atau 0,3 % dari cadangan terbukti dunia.(skb/bhc/rby)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2