Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Suriah
Suriah Akan Diserang, Puluhan Ribu Rakyat Mengungsi
Friday 30 Aug 2013 18:22:38
 

Suasana Pertempuran di Suriah.(Foto: Ist)
 
SURIAH, Berita HUKUM - Kepanikan hingga saat ini masih melanda Damaskus, puluhan ribu rakyat di Ibukota Suriah tersebut mengungsi setelah ultimatum Barat yang akan akan segera melakukan penyerangan pasca militer Suriah menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil.

Seperti dilansir Reuters, ribuan pengungsi Suriah asal suku Kurdi melakukan eksodus ke Irak. "Ini adalah gerakan besar," kata Dan McNorton, Juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) pekan lalu kepada Reuters.

Dalam konflik ini, Badan Keamanan PBB telah mengirimkan truk lengkap dengan fasilitas darurat untuk melindungi para pengungsi. Sementara Amerika bertekad tetap akan menyerang karena meyakini pemerintahan Suriah di bawah Pimpinan Bashar Al-Asad telah melakukan kejahatan kemanusiaan dengan menggunakan senjata kimia terhadap anak-anak dan warga sipil yang tak bersenjata. Ini yang mendorong Amerika melobi negara barat lainnya untuk bersama menggempur Suriah.

"Pendekatan kami adalah menemukan koalisi internasional yang akan melakukan aksi (penyerangan) bersama-sama. Dan, saya rasa Anda sedang menyaksikan sejumlah negara dan masyarakat yang melihat adanya penggunaan senjata kimia di sana (Suriah)," tegas Menteri Pertahanan Amerika, Chuck Hagel, pada lawatannya ke Filipina, kepada Reuters, Jumat (30/8).

Sementara itu Pemimpin Kurdi Irak, Massoud Barzani dalam menanggapi pengungsi besar-besaran ini mengungkapkan bahwa para pengungsi akan dilindungi, karena keterikatan kekerabatan.

Perang saudara yang intinya menginginkan pergantian Presiden Suriah ini telah menewaskan sedikitnya 100.000 nyawa melayang. Serangan kelompok Front al-Nusra, sebuah kelompok pemberontak dari kaum Sunni Arab yang dikenal radikal dan terkait dengan kelompok al-Qaeda telah memicu ketakutan.

"Ada mayat tanpa kepala di kamar mayat saat ini. Mengapa? Apakah norma-norma internasional dan doktrin yang dapat membenarkan kematian itu? Mereka memotong kepala. Kepala seorang anak terputus," kata Faris Sulaiman, seorang pengungsi yang melarikan diri dari Qamishli, di timur laut Suriah.

Sebelumnya Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Chuck Hagel, dalam keterangannya kepada pers, Jumat, 23 Agustus 2013, mengatakan bahwa Presiden Obama meminta Pentagon menyiapkan serangan.

"Pentagon sedang menggeser pasukan Angkatan Laut ke kawasan lebih dekat dengan Suriah bila ada keputusan Presiden Barack Obama memerintahkan serangan militer," ucap Hagel, Jumat, 23 Agustus 2013.(rts/bhc/mdb)



 
   Berita Terkait > Suriah
 
  Presiden Assad dapat Suaka di Rusia, Pemberontak HTS Kuasai Damaskus
  Konflik Suriah: Turki dan Rusia Sepakat Umumkan Gencatan Senjata 'Bersejarah'
  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Bersumpah Melanjutkan Operasi Militer di Suriah Utara
  Serangan Turki di Suriah, Jumlah Korban Meninggal dan Pengungsi Melonjak
  Erdogan: Pasukan Turki Lancarkan Serangan di Suriah untuk Dirikan 'Zona Aman'
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2