Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Konferensi Parlemen Asia Afrika
Setya Novanto: DPR RI akan Gelar Ajang Pertama Konferensi Parlemen Asia Afrika 2015
Wednesday 22 Apr 2015 02:50:07
 

H. Setya Novanto, S.E Ketua DPR RI.(Foto: BH/bar)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Setya Novanto Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) mengatakan bahwa DPR RI akan menjadi tuan rumah pada acara Asia Afrika Parliamentary Conference atau Konferensi Parlemen Asia Afrika (KPAA) yang pertama. Parlemen Indonesia, DPR RI akan jadi tempat ajang pertama pada tahun 2015 ini, yang akan dihadiri 143 tamu dalam acara Konferensi Parlemen Asia Afrika yang di jadwalkan pada hari Kamis (23/4) mendatang bertempat di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta.

Pada acara KPAA ini akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), serta mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menjadi Keynote Speakernya atau pembicara utama. SBY bersama Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden Ellen Johnson Sirleaf, SBY menjadi koseptor pembangunan kesejahteraan warga dunia pasca Millenium Development Goals (MDGs).

"Untuk tanggal 23 akan dihadiri Presiden RI dan juga keynote speakernya adalah pak SBY. Tamu dari 28 kepala parlemen seperti negara selatan-selatan hadir ada 12, ada beberapa yang akan hadir diplomat, dubes semua ada 143," jelas Setya Novanto politisi partai Golkar ini di gedung Nusantara III, komplek parlemen, Senayan DPR RI, Jakarta, Selasa (21/4).

Ajang ini juga bakal memberikan kontribusi terhadap komunikasi pada parlemen antar negara Asia Afrika. Ada 2 idenya untuk agenda dalam forum Konferensi Asia Afrika, pada Kamis lusa. "Ide-ide saya pembentukan forum parlemen selatan-selatan dan yang kedua pembentukan world parlemen for democracy. Ini sudah dibicarakan dan delegasi sudah persiapkan sebaik-baiknya," ujarnya.

Setya Novanto juga mengilhami bahwa, forum ini akan melahirkan suatu yang sakral dan penting bagi parlemen dari setiap negara yang hadir. Karenanya, pertemuan ini juga bisa memberikan kontribusi penting terhadap pemerintah Indonesia.

"Pembentukan dua hal ini akan melahirkan suatu yang sakral dan penting buat seluruh kepala parlemen yang hadir, karena pertemuan ini memberikan arti untuk kepentingan bangsa dan negara," tutupnya.(bh/bar)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2