Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Hattarajasanomic
Setiap Kebijakan Harus Melahirkan Kebajikan
Thursday 15 Nov 2012 00:14:12
 

SUN Menggelar Diskusi Hattarajasanomic,dengan Pembicara ; Afan Alfian (Akbar Tanjdung Istitut),Herdi H (Uiv.Paramadina),Edi Putra Irawadi (Deputy Menko Perekonomian) (Foto;rat/bhc)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sosok Menko Perekonomian RI, Hatta Rajasa ternyata mendapat perhatian besar dari media luar negeri terkait dengan kebijakan ekonomi selama dia menjabat sebagai Menko Perekonomian R.I.

Hal ini mengemuka dalam sebuah diskusi yang bertajuk Hattarajasanomic dan Kesejahteraan Rakyat, yang digelar oleh lembaga kajian Solusi Untuk Negeri (SUN), Senin (12/11). Selaku pembicara dalam diskusi tersebut, Edi Putra Irawadi (Deputy Menko Perekonomian RI), Afan Alfian (Akbar Tandjung Institut) dan Herdi H (Pengamat Politik dari Univ.Paramadina).

Andriyanto, dari Lembaga Kajian Solusi Untuk Negeri (SUN) dalam kata sambutannya, menegaskan bahwa diskusi ini untuk membuka wacana, sekaligus berkonstribusi dalam mencari solusi arah kebijakan perekonomian yang cocok untuk Indonesia.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Paramadina, Herdi H, menyatakan bahwa munculnya Hattarajasanomic ini, terinspirasi dari tokoh-tokoh sebelumnya yang merupakan senior dari Hatta Rajasa sendiri, seperti mantan Presiden RI, BJ Habibie dengan Habibinomic yang di kenal luas dalam bidang teknologi, dan Wijoyonomic yang dikenal sebagai pengusung ekonomi liberal/ kapitalis.

Pengamat Politik dari Akbar Tandjung Istitut, Afan Alfian, juga sepakat dengan pengamat politik dari Univ. Paramadina, disisi lain Afan juga menambahkan, bahwa kebijakan ekomoni yang dikomandoi Hattarajasa sangat unik dan has. Justifikasi pihak luar yang memberikan pernyataan tentang Hattarajasanomic, sebagai bukti pengakuan atas arah dan kebijakan dari Menko Hattarajasa. Ketokohan seorang Hattarajasa tidak lepas dari para seniornya, seperti Amien Rais, mantan Presiden RI Prof. Habibie,dan Bang Imad (Imadudin Abdurahim-red). “Beliau seorang yang sangat santun terhadap para seniornya,” jelas pengamat dari Akbar Tandjung Institut.

Deputy Menko Perekonomian RI, Edi Putra Irawadi secara gamblang memaparkan perihal Hattarajasanomic. Lebih lanjut Edi Putra Irawadi mengatakan, munculnya istilah Hattarajasanomic awalnya digulirkan oleh media luar negeri wall street journal, yang berpandangan kebijakan ekonomi Indonesia saat ini yang digawangi oleh Menko Kesra Hatta Rajasa, dianggap terlalu protektif membabi buta. Padahal lanjut Edi, kebijakan yang di usung oleh Menko Kesra Hatta Rajasa, lebih sebagai promotif, tidak benar kalau dikatakan protektif membabi buta.

Edi yang mengaku telah banyak pengalaman karena, beberapa kali menjadi staff ahli dibeberapa kementerian, mengaku dalam era Hatta Rajasa ini, dirinya merasakan ada hal yang unik dalam setiap kebijakan yang diambil. Seorang Hatta Rajasa, lanjut Edi, sering menekankan bahwa setiap kebijakan harus melahirkan kebajikan.

Edi juga mengungkapkan bahwa sebagai seorang birokrat dirinya rindu akan palfon perekonomian yang memiliki ciri khas Indonesia, sebagai Negara dengan luas wilayah dan banyaknya jumlah pulau. Dari beberapa era yang dirasakan, ujar Edi, dalam era Hatta Rajasa inilah dirinya merasakan adanya kebijakan ekonomi yang memiliki khas Indonesia saat ini.

Platfom ekonomi di bawah kendali Menko Perekonomian RI, Hatta Rajasa saat ini, memiliki ciri khas ekonomi Indonesia, tidak pro kapitalis dan juga tidak pro sosialis, karena sering kali juga ditekankan pentingnya memasukan nilai-nilai ekonomi syariah, dan ekonomi kerakyatan, koperasi dan UMKM.

Edi juga sepakat dengan dua pembicara sebelumnya, bahwa munculnya istilah Hattarajasanomic yang di gulirkan oleh kalangan luar negeri, merupakan bentuk pengakuan kalangan internasional terhadap arah, kebijakan dan gagasan. Hattarajasanomic, perlu untuk terus kita diskusikan untuk dapat diketahui oleh banyak pihak, jelas Edi Putra Irawadi.(bhc/rat)



 
   Berita Terkait > Hattarajasanomic
 
  Setiap Kebijakan Harus Melahirkan Kebajikan
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2