Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
HIV / AIDS
Satgas Batalyon Mekanis TNI Terima Ceramah HIV/AIDS
Tuesday 12 Feb 2013 22:10:53
 

Dr. Basudhara Bharaty saat menyampaikan ceramahnya di Adshid al-Qusayr, Lebanon Selatan, Senin (11/2).(Foto: Ist)
 
LEBANON, Berita HUKUM - AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penyebab utama kematian diantara orang-orang yang berusia 25-44 di Amerika Serikat, bahkan mungkin bisa menjalar ke negara anda maupun diri pribadi anda sendiri, demikian disampaikan dr. Basudhara Bharaty dari HIV/AIDS Unit, Sektor Barat-Naqoura dalam ceramahnya tentang HIV/AIDS kepada Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-G/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), bertempat di Dining Room Markas Indonesian Battalyon UN Posn 7-1, Adshid al-Qusayr, Lebanon Selatan, Senin (11/2).

“HIV (Human Immunodeficiency Virus) dapat ditemukan di semua cairan tubuh seperti air liur, jaringan system saraf, darah, air mani, cairan pre-seminal, sekresi vagina, air mata dan air susu ibu,” ujar Basudhara.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kaitan Peacekeepers (Pasukan Perdamaian) dengan HIV/AIDS, adalah hubungan yang sering terjadi oleh pasukan perdamaian selepas menjalani misi. Mengapa? di beberapa negara yang menjadi obyek Misi Perdamaian seperti negara Sudan, pengetahuan akan bahaya AIDS masih sangat rendah dan ditambah lagi miskinnya negara tersebut yang mengakibatkan beberapa Pasukan Perdamaian terpancing untuk melakukan hubungan intim hanya dengan menukarnya dengan makanan ataupun pecahan dolar sebagai imbalannya, yang mengakibatkan Virus tersebut dapat dengan mudah masuk kedalam tubuh Peacekeepers itu sendiri.

Ironis memang melihat contoh tersebut, untuk itu dr. Basudhara mengkampanyekan bahaya HIV/AIDS kepada seluruh Kontingen UNIFIL termasuk Satgas Batalyon Mekanis TNI agar tidak terjangkit seperti contoh yang sudah disampaikan. Beberapa tips yang dapat mencegah terjangkitnya virus HIV/AIDS, diantaranya hindari seks bebas, gunakan kondom sebagai pengaman dalam berhubungan intim, hindari penggunaan obat-obatan terlarang, waspadai penggunaan jarum suntik jika ingin melakukan transfusi darah dan yang lebih terpenting lagi setia terhadap pasangan anda dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara itu, Komandan Satgas Batalyon Mekanis TNI Mayor Inf Lucky Avianto menyampaikan, walaupun personelnya sudah lulus dalam tes HIV/AIDS namun ceramah yang disampaikan oleh dr. Basudhara Bharati sangat cukup memberikan makna. “jika pada saat berangkat seluruh personel tidak ada yang terjangkit, maka sepulangnya dari penugasan ini pun juga diharapkan tidak ada yang terjangkit virus tersebut, karena hal tersebut hanya akan merugikan negara, kesatuan dan diri pribadi khususnya,” harap Mayor Inf Lucky.

Turut hadir dalam ceramah tersebut, Wadansatgas Konga XXIII-G/UNIFIL, Mayor Inf Pio L. Nainggolan, para Kepala Seksi, para Komandan Kompi, para Perwira Staf, serta para Prajurit dari tiap-tiap Kompi. Diakhir acara, Komandan Satgas juga berkesempatan memberikan cinderamata berupa wayang kepada dr. Basudhara Barathi.(tni/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > HIV / AIDS
 
  Menginfeksi 30 Perempuan, WN Italia Positif HIV Divonis Penjara 24 Tahun
  Cegah Penularan HIV/Aids, Perkuat Pendidikan Agama
  KNPI DKI Jakarta Gelar Aksi Simpatik Memperingati Hari AIDS Sedunia
  Kasihan, Bayi Pengidap HIV AIDS Ditelantarkan Orang Tuanya
  Pengidap HIV/Aids di Gorontalo Bertambah 38 Penderita
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2