Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Gaya Hidup    
Film
Saksikan Gala Premiere Sisterlillah, Presiden PKS: Ini Kado Istimewa bagi Insan Film
2021-04-20 03:33:14
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden PKS Ahmad Syaikhu memberikan apresiasi terhadap Film Sisterlillah. Menurutnya, ini merupakan kado istimewa bagi Insan Film di Tanah Air.

Hal itu disampaikan Syaikhu, saat menyaksikan Gala Premiere atau Pemutaran Perdana Film Sisterlillah yang dibintangi oleh Oki Setiana Dewi dan Ria Ricis itu.

"Ini kado istimewa bagi kita, khususnya Insan Film Nasional," ujar Syaikhu.

Ada beberapa alasan, lanjut Syaikhu menjadikan film ini istimewa. Pertama, film ini dibuat oleh sineas-sineas muda dan kreatif. Kedua, tema yang diangkat sangat kontekstual dengan kondisi sosial masyarakat kita saat ini. Yakni tentang peran perempuan dalam kehidupan. Bahkan, tema film ini diangkat dari kisah nyata. Ketiga, film ini bergenre dakwah. Sebuah pilihan yang berani di tengah situasi perfilman nasional yang sedang lesu akibat pandemi.

Karena itu, ketika mendapatkan undangan untuk menghadiri acara tersebut, tanpa pikir panjang Syaikhu langsung menyatakan siap hadir.

"Saya segera menyatakan siap hadir ketika dapat undangan," ungkap Syaikhu.

Bagi Syaikhu, film bukan sekadar karya hiburan. Tapi juga produk budaya dan ideologi. Didalamnya bisa kita hadirkan nilai-nilai budaya yang sesuai dengan jatidiri kita, yakni Pancasila.

"Film yang hanya hiburan tak akan bertahan lama. Cepat hilang dan dilupakan," kata Syaikhu lagi.

Tapi tidak demikian jika film tersebut sarat dengan nilai-nilai budaya yang telah mendarah daging di masyarakat. Film tersebut akan long lasting atau abadi.

"Saya melihat Film Sisterlillah ini berpotensi besar menjadi karya yang akan berumur panjang atau abadi," tutur mantan Wakil Walikota Bekasi itu.

Film ini, tambah Syaikhu, akan terus jadi bahan perbincangan banyak orang karena kualitas artis, sutradara, produser, tim lain dan temanya. Dakwah hari ini harus lebih kreatif dan inovatif. Film ini jadi salah satu jawabannya.

"Karena itu, tak berlebihan jika saya menyatakan film ini bukan film biasa. Tapi film yang akan menjadi sejarah bagi dunia film di Indonesia," jelas Syaikhu.

Sebagai Anggota Komisi I DPR RI yang juga membidangi soal film, Syaikhu memberikan apresiasi khusus.

"Kita butuh dan rindu produk film bermutu seperti ini, di tengah tsunami nilai-nilai budaya yang tak sesuai dengan Pancasila dan NKRI," pungkas Syaikhu.

Sementara, Tiga bersaudara Oki Setiana Dewi, Shindy Putri, dan Ria Ricis akting bareng di film Sisterlillah The Movie.

Film produksi Teladan Cinema yang didistribusikan Muflix dan bergenre drama keluarga ini hadir dalam suasana Ramadhan 1442H.

Berdurasi 90 menit, film tersebut tayang perdana pada Senin, 19 April 2021 di aplikasi streaming Muflix

Dalam film Sisterlillah The Movie, tiga bersaudara ini beradu akting dalam memerankan kisah perjalanan perjuangan hidup, untuk menggapai impian dalam hubungan persaudaraan, persahabatan, dan asmara.

Film bernuansa Islami dan inspiratif ini merupakan karya penulis Abay Adhitya yang digarap sutradara Adis Kayl Yurahmah.

Eksekutif produser Sisterlillah The Movie Fery Hasan mengatakan, film yang menampilkan Oki Setiana Dewi, Shindy, dan Ria Ricis akan menjadi film inspiratif bagi masyarakat khususnya muslimah di Indonesia.

Menurut dia, film ini bisa menjadi referensi masyarakat dalam mengambil pesan positif khususnya dalam keluarga.

Minimnya film dengan tema keluarga di Indonesia juga menjadi alasan kenapa Sisterlillah The Movie lahir.

"Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Di samping itu, perempuan bisa menjadi apapun tanpa melupakan fitrahnya," tutur Fery yang juga merupakan CEO Muflix di CGV PVJ, Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Minggu 18 April 2021.

Fery menjelaskan, dalam film ini digambarkan dengan jelas bagaimana Oki Setiana Dewi, Shindy Putri, dan Ria Ricis memerankan figur masing-masing, mulai dari menjadi seorang istri, ibu, pebisnis, ustazah, dokter, dan konten kreator.

"Alasan itu juga kenapa kami memilih Oki, Ria Ricis, dan Shindy dalam film ini. Dalam kehidupan nyata mereka punya beragam peran satu sama lainnya dan keluarga mereka," ujar Fery.

Proses syuting Sisterlillah The Movie dilakukan selama delapan hari di Jakarta dan Bogor.

Fery berharap Sisterlillah The Movie bisa menginspirasi para sineas muda untuk membuat film-film positif dan menginspirasi demi perkembangan peradaban yang lebih baik.

Salah seorang pemeran Oki Setiana Dewi menyebutkan, Sisterlillah The Movie sangat dekat dengan keseharian mereka.

Untuk menguatkan adegan, kata Oki, ada beberapa bagian naskah yang diubah dengan dialog mereka sehari-hari.

"Ini pengalaman pertama saya main film sama adik-adik. Kisahnya hampir serupa dengan kehidupan kami, karena terinspirasi dari cerita kami bertiga. Lewat film ini, kami ingin memberikan pesan, jangan lupa untuk menjaga hubungan dan kerukunan dengan saudara," ucap Oki.

Sementara itu, Ria Ricis mengaku, syuting film bersama kakak-kakaknya membuat dia takut salah.

"Alhamdulillah selama syuting enggak ada tantangan berat. Aku malah senang bisa syuting bareng mereka, enggak kayak kerja. Semuanya seru dan menyenangkan," ujar Ria Ricis.(PKS/pikiran-rakyat/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Film
 
  Hiburan Jelang Lebaran, Nonton Bareng Film Jejak Langkah Dua Ulama
  Saksikan Gala Premiere Sisterlillah, Presiden PKS: Ini Kado Istimewa bagi Insan Film
  'Rekah' Film Karya Anak Muhammadiyah yang Jadi Juara Kompetisi Film Nasional
  Presiden Jokowi Menyambut Baik Usulan Penyelamatan Industri Film Nasional yang Diajukan Pelaku Industri
  Peran Film Cleopatra Gal Gadot Picu Perdebatan tentang 'Whitewashing'
 
ads1

  Berita Utama
Perhatian, 10 Titik Wilayah di DKI Jakarta Ini Mulai Dibatasi Mobilitas Penggunaan Jalannya

Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Bertentangan dengan Konstitusi

Ungkap 1,129 Ton Sabu Jaringan Timur Tengah, Kapolri Apresiasi Jajaran Polda Metro

PPN Pendidikan Tidak Sejiwa dengan Konstitusi Pancasila

 

ads2

  Berita Terkini
 
Komisi IV Minta Rencana Pajak Sembako Dikaji Ulang

Puan Maharani Desak Pemerintah Segera Tekan Tombol Bahaya Covid-19

Anggota Komisi VI Tolak Opsi Garuda Indonesia Pailit

Perhatian, 10 Titik Wilayah di DKI Jakarta Ini Mulai Dibatasi Mobilitas Penggunaan Jalannya

HNW: Ngotot Majukan Capres 3 Periode, Tindakan Inkonstitusional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2