JABAR, Berita HUKUM - Upaya KPU untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu, tidak hanya ditujukan kepada pemilih pemula, tetapi juga terhadap mereka yang tergolong usia dini. Hal itu tergambar ketika siswa dan siswi Sekolah Dasar Islam (SDI) Al-Azhar 20 Cibubur, Jawa Barat, belajar tentang demokrasi dan pemilu di KPU, Senin (26/11).
Sekitar seratus siswa dan siswi menimba ilmu dan pengetahuan tentang pengertian demokrasi, pengertian pemilu, jenis-jenis pemilu, syarat-syarat menjadi pemilih, siapa peserta pemilu, siapa penyelenggara pemilu, sampai bagaimana tata cara memberikan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Hal paling menarik dan sangat disukai oleh murid-murid yang duduk di bangku kelas VI itu adalah ketika digelar simulasi pemilihan ketua kelas. Mereka berebutan menjadi petugas TPS. Ada yang menjadi petugas KPPS, petugas bilik suara, petugas tinta, petugas keamanan, sampai pencatat rekapitulasi perolehan suara.
Ilham, siswa kelas VI Abu Bakar, yang menjadi kandidat dan memenangkan pemilihan ketua kelas, mengungkapkan ekspresi kegembiraannya. “Pemilihannya enak banget, seru!,” ujarnya polos.
Pelaksanaan pemilu yang luber dan jurdil, secara substansi mungkin belum sepenuhnya dapat dipahami oleh adik-adik itu. Namun, pengalaman dan semangat dalam pemilihan langsung seperti terekam dalam simulasi tersebut, paling tidak akan menjadi sebuah pembelajaran bagi proses demokrasi generasi bangsa pada saatnya nanti. Seperti yel-yel yang mereka teriakkan dengan lantang:
“KPU...Jaya!”, “Pemilu...Yes!”, “Golput...No!”.(kpu/bhc/opn) |