Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Presiden SBY
SBY: Belum Ada Keperluan untuk Evakuasi WNI di Mesir
Saturday 24 Aug 2013 13:42:17
 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah berkomunikasi dengan Dubes Indonesia untuk Mesir, Nurfaizi Suwandi, menanyakan perkembangan di sana. Dilaporkan belum ada keperluan untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI).

"Alhamdulillah keadaan sudah jauh membaik. Situasinya betul-betul dalam pengendalian. Dan, alhamdulillah, belum ada keperluan untuk evakuasi, kecuali kalau mahasiswa memang ingin kembali ke tanah air," kata Presiden SBY menjawab pertanyaan wartawan, seusai rapat kabinet, di Kantor Presiden, Jumat (23/8) sore.

Hari ini, di sela-sela rapat kabinet dan menemani siswa sekolah dari berbagai daerah Indonesia di Istana, Presiden juga melakukan kontak dengan berbagai pihak untuk membahas perkembangan di Timur Tengah, baik situasi Israel-Palestina, Mesir, maupun Suriah.

Tadi pagi, Presiden SBY juga menelepon Menlu Marty Natalegawa yang sedang berada di Kanada. Marty menceritakan perkembangan terakhir situasi Mesir, setelah pembicaraan dengan beberapa menteri sewaktu bertemu di Markas PBB, New York, beberapa waktu lalu.

"Beberapa saat mendatang, Menlu akan bertemu dengan Dewan Hak Azasi Manusia, dan Deputi Sekjen PBB. Sesuai arahan saya kepada Menlu," ujar Presiden.

Lalu siangnya, SBY berkomunikasi dengan PM Malaysia Najib Razak mendiskusikan pandangan kedua negara dalam melihat perkembangan situasi Mesir. Malaysia menyatakan posisi mereka sama dengan Indonesia.

"Alhamdulillah posisi kita serupa. Indonesia dan Malaysia berharaop agar masalah Mesir bisa diselesaikan dengan damai menuju rekonsiliasi nasional, kemudian dapat dicegah jatuhnya korban jiwa," SBY menjelaskan. Baik Indonesia ataupun Malaysia, lanjut SBY, tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Mesir.

Pada kesempatan ini Presiden juga menyatakan dukungan penuhnya atas lima butir pernyataan yang disampaikan oleh Grand Syech Universitas Al-Azhar Ahmed Al-Tayeeb terkait kerusuhan di Mesir. "Harapan saya betul-betul terjadi keadaan politik yang damai, dan situasi di Mesir bisa diselesaikan secara damai," ujar Presiden.

Adapun kelima butir yang disampaikan Syech Ahmed adalah, pertama, perlu rekonsiliasi nasional di Mesir. Kedua, pihak militer menahan diri untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa. Ketiga, pihak Ikhwanul Muslimin juga agar melakukan aksinya dengan damai dan menjauhi kekerasan. Keempat, mencegah perusakan rumah ibadah seperti gereja dan rumah ibadah lainnya. Kelima, menolak campur tangan pihak asing masuk ke Mesir dengan membawa kepentingannya sendiri.(yun/pdn/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Presiden SBY
 
  Presiden SBY Serahkan Dokumen 10 Tahun Pemerintahan ke Arsip Nasional
  Bertemu 20 Netizen, Ibu Ani: Ini Sore Yang Menyenangkan
  Presiden SBY Terima Pimpinan DPR, DPD, dan MPR-RI
  Minggu Terakhir, Presiden SBY ‘Beberes’ Kantor
  'Bapak Presiden dan Ibu Ani, Kami Selalu Merindukanmu…'
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2