Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    

Ruhut Sitompul Ancam Hengkang dari Demokrat
Tuesday 20 Dec 2011 16:00:32
 

Ruhut Sitompul (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
 
JAKARTA (BeritahUKUM.com) – Ruhut Sitompul mengancam untuk keluar dari Partai Demokrat. Alasannya, ada sekelompok orang dalam partai tersebut yang ingin menjatuhkannya, karena dianggap sebagai batu ganjalan kepentingan yang bersangkutan.

"Ada oknum yang merendahkan saya. Menganggap saya menjadi batu ganjalan bagi mereka. Beberapa orang di dewan pengawas yang membuat saya tidak semangat. Saya loyal terhadap SBY. Kalau kepada Demokrat, saya tidak. Kalau mereka terus tidak menerima cara berpolitik saya, saya akan keluar,” tegas Ruhut Sitompul di Jakarta, Selasa (20/12).

Menurut dia, dirinya heran dengan kondisi Partai Demokrat yang tidak menerima cara-caranya berpolitik. Padahal, SBY sudah menerima cara berpolitiknya. "Faktor utamanya cara berpolitik saya harus diterima partai itu. Jadi saat Pak SBY bisa menerima cara berpolitik saya, ya saya pindah ke PD," jelas anggota Komisi III DPR itu.

Ruhut menganggap dirinya seperti bintang sepak bola David Beckham. Ruhut siap 'loncat' ke partai lain, jika rekan-rekannya di Partai Demokrat tidak bisa menerima cara berpolitiknya. Beckham pindah dari Manchester United ke Real Madrid, diduga karena terjadi perselisihan dengan pelatih Sir Alex Ferguson. Selanjutnya, ia hengkang ke LA Galaxy, klub di Liga Amerika Serikat.

Ia pun berani mengklaim dirinya seprofesional Bechkam. Dimana pun klubnya, Bechkam tetap bersinar sebagai pesepakbola. Begitu juga dengan Ruhut, pindah dari Partai Golongan Karya (Golkar) ke Demokrat, tetap menjadi politisi yang menarik perhatian publik. "Saya mirip David Beckham. Saya profesional dan saat saya direndahkan, saya akan keluar dari Demokrat," tegasnya.

Diungkapkan Ruhut, jika memang dirinya harus berhentik berpolitik, ia akan lebih memilih kembali menjadi pemain sinetron atau film dan pengacara. Tidak ada masalah bila dirinya harus meninggalkan panggung politik. "Aku lebih baik menjadi bintang film dan kembali menjadi lawyer," tandas Ruhut.

Dihubungi terpisah, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bathoegana mengakui, ada beberapa orang di internal partai yang tidak suka dengan Ruhut Sitompul. Namun, hal itu dianggapnya sebagai hal yang wajar. "Ruhut memang orangnya meledak-ledak dan spontanitas gaya politiknya. Kalau di internal ada yang tidak suka, itu biasa saja," katanya.

Meski sering mengucapkan pernyataan yang menimbulkan perdebatan, Ruhut tetap dibutuhkan Demokrat saat pihak atau partai politik lain menyerang. Ruhut bisa melawan dengan gayanya itu. Namun, ia belum mengetahui secara rinci alasan Ruhut ingin keluar dari Partai Demokrat

"Kalau partai diserang terus-menerus, partai butuh orang seperti Ruhut. Ada saatnya muncul, ada saatnya disimpan. Dia ibaratnya jadi penyerang dalam sepakbola Suka tidak suka, Ruhut tetap dibutuhkan. Gayanya berpolitik merupakan kekhasannya," ujar Sutan.

Sementara anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok yakin Ruhut Sitompul tidak akan keluar dari Demokrat. Ancaman mundur Ruhut dinilainya hanya untuk menimbulkan kontroversi. "Dugaan saya tidak betul (Ruhut ancam mundur, red). Saya tidak percaya itu pernyataan sungguhan. Kami sudah paham saja, biasa-biasa saja. Orangnya siap dikritik, dicaci maki," imbuhnya.(inc/rob)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

 

ads2

  Berita Terkini
 
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2