Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Ahok
Ribuan Massa Rame-Rame Tolak Ahok!
2016-09-04 18:46:47
 

Tampak suasana ribuan massa aksi menolak Ahok pada Minggu (4/9).(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ribuan massa dari Ormas Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI) dan kelompok Barisan RT dan RW Se-Jakarta serta para warga Jakarta rame-rame mengikuti aksi menolak Ahok, pada, Minggu (4/9) pagi-siang. Massa menggelar aksi menolak Cagub DKI Jakarta incumbent Basuki Tjahaja Purnama. Mereka mengajak warga DKI untuk tidak memilih Ahok di Pilgub DKI Jakarta pada 2017 Mendatang.

Massa menggelar aksinya di lokasi car-free day Jakarta yang digelar mulau pukul 09.00 WIB dan baru selesai sekitar pukul 12.00 WIB, Minggu (4/9). Ada massa orang ikut aksi ini, ada anak-anak, remaja, sampai dewasa. Mereka datang dengan bus-bus yang diparkir di sekitar Monas.

"Kepemimpinan dalam Islam bertujuan menegakkan hukum Allah, menolong sunnah, menolong yang lemah, meletakkan sesuatu pada haknya. Ahok adalah pemimpin 'bodoh' yang tidak mengerti dan tidak tahu tujuan seorang pemimpin," tegas Ketua DPP HTI Ahmad Junaedi Ath Thayyibiy, tadi siang, Minggu (4/9) di Patung Kuda, Monas Jakarta.

Peserta aksi membentangkan spanduk bertulis 'Haram Memilih Pemimpin Kafir'. Mereka juga membawa bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun tidak hanya HTI yang ikut aksi ini, ada juga FPI dan ormas Islam lainnya. Para orator bergantian menyerukan sikapnya di atas mobil bak terbuka yang dilengkapi dengan sound system.

"Menyerukan kepada seluruh umat Islam, di wilayah DKI Jakarta khususnya, untuk bersatu, bahu membahu, berjuang menolak (calon) kepemimpinan kafir di wilayah ini, yang dalam sejarahnya sesungguhnya senantiasa lekat dengan perjuangan Islam," ujar Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto, Minggu (4/9) di Patung Kuda, Monas, Jakarta.

"Kita menolak pemimpin kafir. Hal ini sudah termuat dalam Alquran. Ini bukan masalah SARA," kata Jubir HTI, Muhammad Ismail Yusanto.

Mereka juga mengkritik kebijakan Ahok. "Kebijakan yang dibuat oleh Ahok itu tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Yaitu melakukan penggusuran-penggusuran terhadap rakyat kecil. Kalau dia konsisten kenapa Pulau G yang berdiri tanpa IMB nggak digusur," protesnya.

Menyerukan kepada seluruh umat Islam, di wilayah DKI Jakarta khususnya, untuk bersatu, bahu membahu, berjuang menolak (calon) kepemimpinan kafir di wilayah ini, yang dalam sejarahnya sesungguhnya senantiasa lekat dengan perjuangan Islam. Serta tetap teguh, sabar dan istiqamah dalam perjuangan demi terwujudnya kehidupan Islami melalu tegaknya syariah dan khilafah. Tidak gentar terhadap setiap tantangan, hambatan dan ancaman hingga cita-cita mulia itu benar-benar terwujud," ujar Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto.

"Tolak-tolak pemimpin hoax, pemimpin hoax harus ditolak! Saya tidak menyebut nama ya... Jadi HTI aman, tidak akan dipanggil Polda," ujar Ustadz Bachtiar Nashir, Sekjen MIUMI, yang langsung disambut tawa ribuan massa HTI dan warga Jakarta dalam aksi Tolak Ahok.

Mereka menegaskan aksi ini bukan kampanye menjatuhkan Ahok atau pimpinan lainnya. "Kami hanya menolak pemimpin kafir," katanya sembari meminta warga DKI jangan memilih Ahok di Pilgub DKI.

"Sungguh aneh kalau umat Islam tidak ngerti syariah, malah mendukung pimimpin kafir. Bodoh! Bagaimana agar orang kafir tidak memimpin? Tegakkan khilafah! " ujar dai mantan rocker Ustadz Hari Moekti.

Sementara, Tidak hanya itu, Munajat sebagai Kordinator Barisan RT/RW (BARET) juga menyoroti masalah KTP yang saat ini meresahkan masyarakat. Menurutnya, hal itu salah satu ketidakmampuan Ahok memimpin DKI Jakarta sebagai gubernur. "Lihat saja yang baru-baru ini, masyarakat diresahkan dengan sulitnya mengurus KTP. Ini merupakan ketidakmampuan Ahok memimpin Jakarta," cetusnya.

"Tolak reklamasi teluk Jakarta, tolak penggusuran warga, bagaimana tidak boleh nyebut nama Ahok? Ini dikaos ditulis tolak Ahok!" pungkas Ketua Forum RT RW Tolak Ahok Mustakim Dahlan.(dbs/van/nwk/detik/hizbut-tahrir/okezone/fb/jp/bh/sya)








 
   Berita Terkait > Ahok
 
  Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok Sudah Keluar Bebas dari Rutan Mako Brimob
  Ditertawai Adiknya Ahok, Sam Aliano: Harapan Veronika Tan Jadi Ibu Negara
  Mako, Ahok dan Teroris
  Terkait Kewarganegaraan Ayah Ahok, Inilah Tanggapan Yusril Atas Surat Terbuka Adik Ahok
  'Ahok Masih di Rutan Mako Brimob karena Kedekatannya dengan Jokowi'
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2