Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Suriah
Ratusan Anak Suriah Jadi Sasaran Penembak
Monday 25 Nov 2013 08:35:53
 

Data menunjukkan anak-anak ada yang terkena peluru nyasar dan juga disiksa.(Foto: Ist)
 
SURIAH, Berita HUKUM - Lebih dari 11.000 anak meninggal dalam perang saudara di Suriah yang berlangsung hampir tiga tahun, termasuk ratusan yang menjadi sasaran penembak jitu, menurut satu laporan.

Penembakan dan penyiksaan juga digunakan terhadap anak-anak, paling muda berusia satu tahuh, kata kelompok Oxford Research Group yang bermarkas di London.

Laporan itu menyebutkan mayoritas anak-anak meninggal akibat bom atau granat di seputar tempat tinggal mereka.

Laporan berjudul Stolen Futures - the Hidden Toll of Child Casualties in Syria (Masa depan yang tercuri - jumlah korban anak yang tersembunyi di Suriah) mencakup data sejak perang pecah Maret 2011 sampai Agustus 2013.

Dari 11.420 korban berusia 17 tahun ke bawah, 389 tewas akibat penembak jitu. Sekitar 764 ditembak dan lebih dari 100 - termasuk balita- disiksa, kata laporan itu. Anak laki-laki lebih banyak dari perempuan di antara korban yang meninggal.

Penyebab kematian mengerikan

Anak laki berusia 13 sampai 17 paling banyak menjadi korban, kata laporan itu. Jumlah tertinggi kematian anak tercatat di Aleppo, dengan angka 2.223 orang.

Penulis laporan Hana Salama mengatakan penyebab kematian anak-anak ini sangat mengerikan.
"Ada yang terkena bom di rumah mereka, kawasan tempat tinggal, selama aktivitas sehari-hari seperti dalam antrean roti atau saat sekolah," kata Salama.

"Ada yang terkena peluru nyasar, sasaran penembak gitu, ditembak mati, dan bahkan ada yang digas dan disiksa," tambah Salama. Data yang dianalisa berasal dari kelompok masyarakat sipil Suriah yang mencatat korban perang.(BBC/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Suriah
 
  Presiden Assad dapat Suaka di Rusia, Pemberontak HTS Kuasai Damaskus
  Konflik Suriah: Turki dan Rusia Sepakat Umumkan Gencatan Senjata 'Bersejarah'
  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Bersumpah Melanjutkan Operasi Militer di Suriah Utara
  Serangan Turki di Suriah, Jumlah Korban Meninggal dan Pengungsi Melonjak
  Erdogan: Pasukan Turki Lancarkan Serangan di Suriah untuk Dirikan 'Zona Aman'
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2