MOSKOW, Berita HUKUM – Serangan Israel yang terus meningkat di Jalur Gaza memasuki hari kelima, mengundang perhatian maupun kecaman dari berbagai pihak. Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak Israel dan Palestina menghindari peningkatan lebih lanjut kerusuhan di Jalur Gaza. Lembaga pers Kremlin pada Kamis (15/11) melaporkan bahwa Putin dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan pembicaraan telepon membahas situasi tegang di sekitar Jalur Gaza.
Selama pembicaraan itu, Putin menyeru semua pihak yang terlibat melakukan pengekangan diri dan meminta kedua pihak agar "melakukan apa saja yang mungkin untuk menormalkan keadaan." Operasi militer Israel di Jalur Gaza masih pada hari kedua pada Kamis dan ada laporan korban jiwa dari kedua pihak.
Kamis larut malam, serangan udara Israel terhadap satu rumah di bagian utara Jalur Gaza menewaskan tiga warga sipil Palestina lagi, kata beberapa saksi mata dan sumber medis.
Serangan tersebut menambah jumlah orang Palestina yang gugur dalam serangan Israel di Jalur Gaza jadi 19 sejak Rabu. Sebanyak 10 orang yang tewas adalah warga sipil.
Serangan itu terjadi di Kota perbatasan Beit Hanoun di bagian utara Jalur Gaza dan melukai 20 warga lagi. Jalur Gaza, daerah kantung Palestina, telah diserang pada Rabu (14/11), ketika Israel melancarkan serangan udara yang menewaskan komandan sayap militer HAMAS Ahmed Al-Jaabari.
Serangan itu merupakan reaksi terhadap serangan roket pejuang Palestina terhadap bagian selatan negara Yahudi dalam beberapa hari belakangan. Moskow menyatakan Putin memantau situasi di Jalur Gaza. "Presiden Putin menerima informasi daring dari semua lembaga terkait yang bertugas untuk itu dan, tentu saja. Ia prihatin," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dikutip Xinhua.(ant/bhc/mdb)
|