Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Suriah
Prancis dan Amerika Bersiap Gempur Suriah
Sunday 01 Sep 2013 01:53:03
 

Presiden Prancis Francois Hollande.(Foto: Ist)
 
PRANCIS, Berita HUKUM - Presiden Prancis Francois Hollande, menegaskan keinginannya untuk melancarkan aksi militer bersama-sama dengan Amerika Serikat terhadap pemerintahan Suriah.

Hal ini secara langsung menjadikan Paris sekutu utama Washington dalam krisis Suriah, setelah Inggris menarik diri dari rencana penyerangan.

Dalam pembicaraan selama 45 menit melalui sambungan telepon dengan Presiden AS Barack Obama, Hollande mengatakan, Prancis masih memiliki tekad untuk menghukum rezim Suriah.

"Masyarakat internasional tidak bisa mentolerir pengunaan senjata kita," tegas Francois Hollande seperti dilansir harian Le Monde, Sabtu (31/8).

Paris merasa yakin, bahwa rezim tersebut telah menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri pada pekan lalu, demikian menurut ajudan presiden Prancis.

Bersatunya Prancis dan AS dalam sebuah tim merupakan hal yang jarang terjadi dalam tahun-tahun terakhir ini, dimana situasi saat ini sangat jauh berbeda dengan keadaan pada satu dekade sebelumnya, yaitu ketika hubungan Prancis dan Amerika Serikat menyentuh titik paling buruk, karena perbedaan sikap menyangkut Irak.

Hubungan di titik rendah itu juga dikarenakan penentangan presiden Prancis saat itu, Jacques Chirac, terhadap serangan AS ke pemerintahan Saddam Hussein.

Demikian dalam kebencian itu hingga kentang goreng yang dinamai 'French fries' diganti menjadi 'freedom fries' di beberapa restoran Amerika, termasuk yang berada di gedung DPR AS.

Jika koalisi Prancis-AS benar-benar terbentuk, Paris berada dalam posisi untuk membantu koalisi dengan mengerahkan peluru-peluru kendali yang diluncurkan dari pesawat-pesawat jet tempur, serta kapal selam.

Sementara itu, juga beredar kampanye anti Prancis di publik, antara lain dalam bentuk tulisan di kaos dan papan-papan iklan. Kebalikan dari situasi yang dramatis pada saat itu, Hollande telah mencoba mendukung upaya Washington untuk membentuk koalisi internasional bagi kemungkinan penyerangan terhadap Suriah.

Dalam menanggapi pertanyaan, Hollande tidak mengesampingkan kemungkinan dilakukannya serangan militer dalam beberapa hari mendatang, bahkan sebelum parlemen Prancis menggelar sidang darurat untuk membahas masalahtersebut.

Pada pidato yang disampaikannya menyangkut operasi militer di Suriah, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry pada hari Jumat memuji Prancis sebagai "sekutu terlama" Washington, namun tidak menyebut Inggris.(lmd/bhc/mdb)



 
   Berita Terkait > Suriah
 
  Presiden Assad dapat Suaka di Rusia, Pemberontak HTS Kuasai Damaskus
  Konflik Suriah: Turki dan Rusia Sepakat Umumkan Gencatan Senjata 'Bersejarah'
  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Bersumpah Melanjutkan Operasi Militer di Suriah Utara
  Serangan Turki di Suriah, Jumlah Korban Meninggal dan Pengungsi Melonjak
  Erdogan: Pasukan Turki Lancarkan Serangan di Suriah untuk Dirikan 'Zona Aman'
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2