ACEH, Berita HUKUM - Dua orang yang diduga pelaku penembakan Pos Komando (Posko) Partai Nasional Demokrat (Nasdem), di Gampong Kunyet Mule, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara dibekuk polisi, Senin (17/3) sekitar pukul 01:00 WIB dini hari.
Kedua pelaku berinisial RS, dan UA alias Membeu yang merupakan salahsatu pemimpin kelompok tertentu dibekuk oleh Tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Utara, di rumahnya di Gampong Aron Pirak, Kecamatan Matangkuli. Tidak ada perlawanan dalam penangkapan tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima BeritaHUKUM.com, kedua pelaku yang diduga kuat adalah pelaku penembakan posko Nasdem saat ini sudah dibawa pihak Polda Aceh guna pengembangan lebih lanjut.
Diberitakan, posko pemenangan calon legislatif (Caleg) DPRK Aceh Utara, dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) Gampong Kunyit Mule, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Aceh, menjadi sasaran penembakan oleh orang tak dikenal (OTK).
Selain menembaki posko, lima orang kader partai NasDem juga tak luput dianiaya oleh pelaku. Penembakan itu terjadi pada Minggu (16/2), sekira pukul 4:00 WIB dinihari. Masing-masing korban yang dianiaya, Khairul Amri (29), Ibnu Hajar (29) keduanya warga Tanjong Babah Krueng, Syarkawi (31) Kunyet Mule, Adnan Syahril (27), dan Saipul Junaidi (28), keduanya warga Aron Pirak, Matangkuli.
Berdasarkan keterangan korban, saat itu dirinya sedang tidur di dalam posko milik Caleg NasDem, Zubir HT. Tiba-tiba mendengar suara letusan senjata mengarah ke poskonya, dan selanjutnya dua orang pria bersebo dan memakai jaket hitam, berpostur kecil menerobos masuk dengan cara mendobrak pintu.
"Tanpa bertanya apa-apa, pelaku langsung menodongkan senjata laras panjangnya dan menghajar kami," ujar korban menjelaskan kepada wartawan.
Setelah menghajar korban, pelaku langsung tancap gas dengan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Mio Sporty.
Di tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan barang bukti berupa 7 selongsong amunisi kaliber 5,56. Diduga, pelaku menggunakan senjata api laras panjang jenis M16, dan saat ini kasusnya sudah ditangani pihak kepolisian Aceh Utara.(bhc/sul)
|