Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Cina
Polisi Cina Tembak Mati 13 Orang Warga Xinjiang
Sunday 22 Jun 2014 03:56:45
 

Pasukan Polisi Cina melakukan patroli di wilayah Xinjiang. Wilayah Xinjiang banyak dihuni warga Uighur yang beragama Islam. Pihak berwenang menyatakan akan menindak tegas pelaku kekerasan di Xinjiang.(Foto: Istimewa)
 
CINA, Berita HUKUM - Pemerintah Cina mengatakan, polisi telah menembak mati tiga belas orang di wilayah barat Xinjiang, Sabtu (21/6), karena mereka membawa bahan peledak saat mengendarai kendaraannya menuju kantor polisi setempat.

Menurut situs resmi pemerintah daerah Tianshan, polisi menembak mereka karena diduga akan meledakkan bom ke gedung kantor polisi setempat, seperti dilaporkan Kantor berita AFP.

"Mereka berusaha menabrakkan mobilnya ke kantor polisi sekaligus meledakkan bomnya. Polisi kemudian melakukan tindakan tegas dengan menembak 13 orang tersebut," demikian lapor situs tersebut.

Tiga anggota polisi terluka, demikian laporan situs itu, tetapi tidak ada korban lainnya. Belum diketahui pula berapa dan jenis bahan peledak yang ditemukan dalam mobil.

Xinjiang, wilayah luas dan kaya sumber daya alam, dihuni oleh etnis minoritas Uighur yang sebagian besar menganut Islam. Belakangan wilayah ini diguncang aksi serangan kekerasan.

Tindak tegas

Pemerintah Cina sebelumnya telah menyatakan akan menindak tegas para pelaku kekerasan di wilayah itu, yang ditandai sejumlah penangkapan orang-orang yang dianggap terbukti melakukan kekerasan.

Pada bulan Mei lalu, 39 orang tewas, termasuk empat orang pelaku penyerangan, dan lebih dari 90 orang terluka, ketika sekelompok orang meledakkan bom di sebuah pasar di ibukota wilayah Urumqi.

Tiga bulan lalu, sebuah kelompok orang melakukan penyerangan di sebuah stasiun kereta api di barat daya kota Kunming yang menewaskan 29 orang dan melukai 43 orang.

Insiden kekerasan ini, menurut pemerintah Cina, dilakukan kelompok bersenjata di wilayah itu yang dijuluki "9/11".(BBC/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Cina
 
  Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Perlu Antisipasi dan Mitigasi Lonjakan Wisatawan Cina
  Ketika Negara-negara Eropa Menghadapi Jebakan Utang' China
  Pertumbuhan Ekonomi Cina Melambat Akibat Pandemi Corona Hingga Utang
  Topan In-fa Melintasi Cina Puluhan Orang Tewas, Shanghai Dilanda Banjir Besar
  Tren 'Kaum Rebahan' Melanda Anak-anak Muda China yang Merasa Lelah Budaya Kerja Keras Tapi Gaji Pas-pasan
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2