Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
KPK
Perhimpunan Mahasiswa Bandung Gelar Aksi Save KPK
Saturday 21 Feb 2015 13:26:24
 

Perhimpunan Mahasiswa Bandung pada aksi unjuk rasa SAVE KPK di depan Sekretariat Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB), Jalan Merdeka, Kota Bandung.(Foto: Istimewa)
 
BANDUNG, Berita HUKUM - Sejumlah mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Sekretariat Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB), Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (20/2).

Mereka melakukan aksi dukungan untuk KPK, agar tetap konsisten dalam memberantas dan menangkap koruptor di Indonesia tanpa diskriminasi.

Dalam aksinya yang digelar seusai salat jumat tersebut, para mahasiswa ini menyampaikan tuntutan menolak proses pemilihan pejabat publik dan pejabat negara yang terlibat kasus korupsi, lanjutkan pemberantasan korupsi sampai tuntas, dan evaluasi besar terhadap sistem pemerintahan dan kepala pemerintahan.

Puluhan mahasiswa Kota Bandung mendesak pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla bersikap tegas terhadap korupsi di Indonesia. Mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB) itu menyerukan 'gantung koruptor' dalam aksi treatikal di Jalan Merdeka, persis depan Panghegar Hotel, Bandung, Jumat (20/2).

Mereka menyeret para koruptor yang disimbolisasikan dengan replika tikus, lalu digantung dengan tali di tiang tepian Jalan Merdeka.

"Kita harus memperlakukan koruptor seperti ini. Tikus ini kita ibaratkan koruptor makan apa saja, berenang di sungai yang kotor," ujar Ketua Senat Perhimpunan Mahasiswa Bandung, Prasetyo Hartanto dalam orasinya.

Menurutnya, aksi treatikal ini dilakukan sebagai bentuk kesadaran untuk mengajak mahasiswa dan masyarakat terus mendukung pemberantasan korupsi. Pasalnya, selama ini masyarakat telah dibuat bingung dan cemas dengan permasalahan seperti kasus KPK-Polri.

Selain itu, mereka juga menganggap pemerintahan Jokowi-JK juga telah gagal menunjukkan pro terhadap pemberantasan korupsi. Hal ini, kata Prasetyo, amat berlawanan dengan agenda pemberantasan korupsi yang pernah digembor-gemborkan saat masa kampanye sebelumnya.

"Berbanding terbalik, saat ini yang terjadi justru koruptor bersatu melakukan perlawanan, mohon maaf bapak presiden, bapak harus tegas dan jangan lamban," ujarnya menegaskan.(bhc/yun)



 
   Berita Terkait > KPK
 
  Pecah Rekor 3 kali OTT KPK dalam Sehari, Siapa Saja Pejabat yang Terseret?
  KPK Bakal Terbitkan Sprindik Baru untuk Saksi Ahli Prabowo-Gibran di MK,Ali: Sudah Gelar Perkara
  Firli Bahuri Mundur sebagai Ketua dan Pamit dari KPK
  Polda Metro Tetapkan Komjen Firli Bahuri sebagai Tersangka Kasus Peras SYL
  Ungkap Serangan Balik Koruptor, Firli: Kehadiran Saya ke Bareskrim Bentuk Esprit de Corps Perangi Korupsi Bersama Polri
 
ads1

  Berita Utama
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

 

ads2

  Berita Terkini
 
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2