BANDUNG, Berita HUKUM - Sejumlah mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Sekretariat Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB), Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (20/2).
Mereka melakukan aksi dukungan untuk KPK, agar tetap konsisten dalam memberantas dan menangkap koruptor di Indonesia tanpa diskriminasi.
Dalam aksinya yang digelar seusai salat jumat tersebut, para mahasiswa ini menyampaikan tuntutan menolak proses pemilihan pejabat publik dan pejabat negara yang terlibat kasus korupsi, lanjutkan pemberantasan korupsi sampai tuntas, dan evaluasi besar terhadap sistem pemerintahan dan kepala pemerintahan.
Puluhan mahasiswa Kota Bandung mendesak pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla bersikap tegas terhadap korupsi di Indonesia. Mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB) itu menyerukan 'gantung koruptor' dalam aksi treatikal di Jalan Merdeka, persis depan Panghegar Hotel, Bandung, Jumat (20/2).
Mereka menyeret para koruptor yang disimbolisasikan dengan replika tikus, lalu digantung dengan tali di tiang tepian Jalan Merdeka.
"Kita harus memperlakukan koruptor seperti ini. Tikus ini kita ibaratkan koruptor makan apa saja, berenang di sungai yang kotor," ujar Ketua Senat Perhimpunan Mahasiswa Bandung, Prasetyo Hartanto dalam orasinya.
Menurutnya, aksi treatikal ini dilakukan sebagai bentuk kesadaran untuk mengajak mahasiswa dan masyarakat terus mendukung pemberantasan korupsi. Pasalnya, selama ini masyarakat telah dibuat bingung dan cemas dengan permasalahan seperti kasus KPK-Polri.
Selain itu, mereka juga menganggap pemerintahan Jokowi-JK juga telah gagal menunjukkan pro terhadap pemberantasan korupsi. Hal ini, kata Prasetyo, amat berlawanan dengan agenda pemberantasan korupsi yang pernah digembor-gemborkan saat masa kampanye sebelumnya.
"Berbanding terbalik, saat ini yang terjadi justru koruptor bersatu melakukan perlawanan, mohon maaf bapak presiden, bapak harus tegas dan jangan lamban," ujarnya menegaskan.(bhc/yun) |