Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Hambalang
Pengakuan Yulianis Soal Ibas Terima Uang Munculkan Presepsi Spekulatif
Monday 18 Mar 2013 18:36:32
 

Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengakuan Yulianis, yang mengungkap mengenai Edi Baskoro Yudhoyono alias Ibas terlibat penerimaan dana memunculkan presepsi yang spekulatif.

"Sebagai sebuah informasi silahkan saja. Namun akan patah dengan sendirinya jika kita bisa runtut perjalanannya dari awal, " tutur Peneliti Pusat Studi Pengembangan Demokrasi dan Masyarakat, Agus Setiabudi, kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/6).

Seperti dikutip dari tribunnews.com, Menurut Agus, fakta yang ada Ibas adalah faksi yang berseberangan saat berhadapan di Kongres Partai Demokrat di Bandung. "Jadi bagaima bisa bahwa ada dana yang mengalir kepada Ibas seperti ucapan tak berdasar Yulianis," ujar Agus.

Hal lain, lanjutnya,Ibas bukanlah pemilik suara saat Kongres di Bandung karena yang punya hak suara adalah DPC, DPD dan DPP.

"Jadi, apa hubunganya dengan jual beli suara jika itu yang menjadi motifnya," Agus mempertanyakan.

Yulianis Agus menduga, masih ada hubungan kerabat dengan salah satu orang yang sedang tersandung kasus Hambalang.

"Dan kita berani menegaskan, dimanapun Ibas, pasti dikerumuni banyak orang. Di situ, saya jamin tidak ada peluang terbuka bagi seseorang melakukan komunikasi politik setengah kamar dengn saudara Ibas," tegas Agus.

Agus kemudian mencurigai Yulianis memberi keterangan palsu atas pernyataannya yang menuduh Ibas.

"Ini proses hukum yang bergeser menjadi ajang lempar fitnah. Dan mas Ibas adalah pilihan buat lawan main untuk membalasnya," terang Agus.

"Patut dicurigai, juga ada kelompok atau oknum yang bermain atas keruhnya situasi saat ini. Untuk kepentingan politik atau bahkan kepentingan yang berbau duit," pungkas Agus.

Sementara terhadap tudingan tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas membantah pernyataan bekas Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis bahwa dirinya ikut menerima uang dari proyek Hambalang.

"Saya tidak mengenal Yulianis, saya juga tidak mengenal Mindo. Tuduhan tersebut sudah mencemarkan nama saya. Sudah saya katakan sebelumnya, 1000 persen itu tidak benar," ujar Ibas dalam keterangan pers, Sabtu (16/3).

Putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono itu menilai, tudingan-tudingan yang dialamatkan kepadanya adalah tuduhan lama yang diulang-ulang dan sumbernya tidak valid.

"Saya sudah sering dituduh. Penuduhnya pun sudah tervonis dan diketahui. Uang Century, uang Hambalang atau apapun itu yang berhubungan dengan kasus-kasus yang selama ini beredar, jangan sampai hal ini terus terulang apalagi saya sudah berkali-kali menegaskan hal itu tidak benar. Saya tidak menerima apapun," kata Ibas.

Sebelumnya, usai bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (14/3). Yulianis mengatakan bahwa Ibas menerima uang USD 200 ribu dari Permai Grup milik M Nazaruddin, terkait Kongres Partai Demokrat di Bandung. Namun, kata Yulianis, uang itu bukan dari proyek Hambalang.

Ibas membantah adanya penerimaan uang tersebut. Ia justru ingin mengetahui siapa yang sengaja menggunakan namanya untuk kepentingan kelompok tertentu.

"Saya Ketua SC Kongres Partai Demokrat di Bandung, dan saya tidak menerima uang apapun. Justru saya ingin tahu siapa yang dimaksud dan siapa yang mengatasnamakan saya bila benar uang itu diatasnamakan saya," terang Ibas.

Dia mengaku curiga ada kepentingan politik dibalik tudingan-tudingan yang di alamatkan kepadanya "Saya bertanya-tanya, ada kepentingan politik besar apa dibalik isu-isu ini yang menginginkan saya masuk dalam pusaran," ucapnya.(dbs/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Kasus Hambalang
 
  Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
  Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
  Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
  KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
  Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2