Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    

Pengadilan Belum Sidangkan Perkara Malinda Dee
Monday 24 Oct 2011 14:20:11
 

Tersangka Malinda Dee ketika menjalani proses penyidikan (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan belum dapat mengadili perkara pencucian uang dan perbankan atas nama terdakwa Inong Malinda alias Malinda Dee. Pasalnya, hingga kini belum ditetapkan majelis hakim yang akan memeriksa perkara tersebut. Begitu pula dengan jadwal persidangannya.

Hal ini disampaikan Humas PN Jakarta Selatan Ida Bagus Dwiantara kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/10). Namun, ia mengakui bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan berkas dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan. Kini, berkas itu dalam dalam proses pemeriksaan administrasi. "Perkara (terdakwa Malinda Dee) belum bisa disidangkan, karena majelis hakimnya saja belum ditetapkan," jelas dia.

Menurut dia, biasanya suatu berkas perkara diproses selama satu hingga dua minggu, usai berkas diterima pihak pengadilan. Setelah proses administrasi selesai, Ketua PN Jakarta Selatan akan melakukan penunjukan majelis hakim yang akan memeriksa perkara itu. “Setelah majelis hakim ditunjuk, perkara itu baru bisa disidangkan,” Dwiantara.

Sebelumnya, Kejari Jakarta Selatan telah melimpahkan berkas tersangka Malinda Dee kepada PN Jakarta Selatan. Mantan Senior Manager of Relationship Citibank itu didakwa dengan pasal berlapis atas dugaan tindak pidana pencucian uang serta kejahatan perbankan, karena diduga telah melakukan pembobolan dana nasabah hingga puluhan miliar rupiah.

Atas perbuatannya itu, tersangka Malinda Dee dijerat dengan Pasal 263 UU Nomor 15/2002 jo UU Nomor 25/2005 jo UU Nomor Nomor 8/2010 tentang Pencucia Uang jo Pasal 49 UU Nomor 10/1998 tentang Perbankan jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.(inc/biz)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2