JAKARTA, Berita HUKUM - Pertamina EP yakin penemuan cadangan minyak dan gas bumi (migas) di penghujung tahun 2012 semakin menguat. Hal itu terlihat dari keberhasilan penerapan konsep Oil Pool Enlargement pada sumur eksplorasi Tapah-1 di Sangatta, Kalimantan Timur.
“Cadangan migas tersebut tengah menghasilkan minyak dan menembus angka 1.000 barel minyak per hari (BOPD),” kata Manager Humas Pertamina EP Agus Amperianto dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (31/12).
Agus menekankan hasil uji kandungan lapisan ke-6 (DST-6) dari lapisan batupasir formasi lower Balikpapan pada kedalaman 1.551-1.554 m didapatkan laju alir minyak sebesar 1.017 BOPD, dan laju alir gas 1 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Keberhasilan pembuktian cadangan minyak di kompartemen sebelah timur lapangan Sangatta ini, diharapkan menjadi momen kebangkitan untuk peningkatan produksi di lapangan Sangatta.
Pada awal 2012, menurut dia, telah ditemukan cadangan minyak di area Sangatta dari sumur eksplorasi Salmon Biru-1 yang terletak 2 km disebelah barat Lapangan Sangatta, hasil dari DST-3 didapat minyak total 50 barel dan laju alir gas 0.08 MMSCFD.
“Kegiatan eksplorasi Salmon Biru menerapkan konsep eksplorasi baru pada batupasir formasi Pulubalang yang terbukti menghasilkan hidrokarbon di Lapangan Sangatta,” tuturnya.
Lapangan Sangatta adalah lapangan tua peninggalan Belanda yang dikembangkan oleh Pertamina sejak tahun 1974, dan masih berproduksi hingga saat ini. Di masa yang akan datang kebangkitan Lapangan Sangatta menjadi harapan baru bagi Pertamina EP, terlebih setelah penemuan hidrokarbon di Lapangan Sangatta pada akhir 2012 ini.
Kegiatan eksplorasi yang dilakukan tahun 2012 tidak hanya pemboran tetapi juga Survei Seismik 2D West Sangatta (41 Km), 2D North Sangatta (52 km), dan 3D Sturisoma (157 km2) yang nantinya diharapkan dapat menelurkan prospek-prospek siap bor yang dapat dieksekusi dalam 2 tahun ke depan.(rm/ipb/bhc/sya) |