JAKARTA, Berita HUKUM - Menanggapi kisruh partai Demokrat saat ini, Badan Usaha Penyelamat Partai Demokrat (BUPPD) menggelar acara jumpa pers di Galeri Cafe Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (15/12).
Acara yang dihadiri oleh salah satu pendiri Partai (The Founding Father) Demokrat Drs Hencky Luntungan menjelaskan kepada wartawan bahwa, tidak semua pendiri, tapi saya yang berada di lapangan, perubahan tidak hanya di pengurus DPP. Siapa saja yang terlibat korupsi, penyimpangan, mundur saja dan jangan sampai dimundurkan. Dan kami tidak akan mendirikan partai baru, tapi kami siap kalah. Namun Pak SBY tidak mengatakan kami siap kalah, karena elektabilitas berada dititik Nadir. Tetapi, tampa ada perubahan ditubuh DPP itu, pasti akan lebih parah keadaan Demokrat 2 bulan ke depan, ungkapnya.
"Kehadiran kami disini sebagai pendiri, dan kecintaan kami pada partai yang kami dirikan ini," ujar Hency Luntungan.
"Apa yang kami lakukan disini sepengatahuan dan mendapat dukungan penuh pendiri, pengurus, dan fungsional. Kami tidak sendiri disini, kami cinta Demokrat, kami cinta kewibawaan Demokrat," tambahnya.
Dan, sudah saatnya ketua Umum DPP partai Demokrat mundur, karena adanya pelanggaran konstitusi yang dilakukan Ketum Anas:
1. Terjadi kesewenangan dalam memberhentikan pengurus PD
2. Silatnas bukan merupakan agenda resmi Konstitusi PD, karena tidak terdapat dalam AR/ART PD, dan acara tersebut tidak memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan strategis bagi PD.
3. Kewenangan Majelis Tinggi di Kangkangi oleh DPP PD.
Acara ini digelar sambil ngopi bareng wartawan dan pendiri partai Demokrat.(bhc/put) |