JAKARTA, Berita HUKUM - Berbagai upaya telah ditempuh Novridaniar Dinis Puspahati Muhidin (18), sudah selama 16 tahun ini putri korban penculikan untuk mencari keberadaan ayahnya, yakni Yadi Muhidin yang diculik saat operasi Tim Mawar dari Kopassus pada kerusuhan 14 Mei 1998.
"Beliau hilang 14 Mei 1998, tepatnya saat kerusuhan di Sunter. Beliau bilang saat itu turunkan saja Soeharto. Waktu itu saya berumur dua tahun, ayah saya masih kuliah di Akademi Pelayaran," kata Dinis di Kantor KontraS, Jl. Borobudur No.14 Menteng Jakarta Pusat pada, Senin (5/5).
Dinis menjelaskan, ayahnya merupakan aktivis yang kecewa dengan kepemimpinan Presiden Soeharto dan rezim orde baru waktu itu. Bahkan, Yadi Muhidin dikenal sebagai Mahasiswa yang selalu mengikuti aksi untu meminta Soeharto lengser.
"Dari cerita nenek saya, beliau juga seorang aktivis. Namun saya tidak tahu, ayah saya ikut bergabung ke gerakan mahasiswa mana," ucap wanita berkerudung ini.
Yadi diduga kuat ikut diculik bersama 23 orang aktivis maupun mahasiswa yang gencar melakukan unjuk rasa di berbagai tempat, pada masa menumbangkan rezim orde baru dahulu.
"Dari 23 orang yang diculik Tim Mawar, 1 orang meninggal dan ditemukan di hutan, 13 orang hilang hingga saat ini termasuk ayah saya, dan 9 orang dikembalikan,"ungkapnya di kantor KontraS Jl. Borobudur No.14 Menteng Jakarta Pusat.(bhc/put) |