Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah Harus Perhatikan Penurunan Realisasi Pertumbuhan Ekonomi
2017-08-17 06:28:15
 

Suasana #SidangTahunan MPR RI di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen, Rabu, 16 Agustus 2017. #RI72.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Realisasi pertumbuhan ekonomi Kuartal II Tahun 2017 sebesar 5,01 persen tumbuh lebih rendah dibandingkan kuartal yang sama pada Tahun 2016, yaitu sebesar 5,18 persen. Hal itu diakibatkan pelemahan daya beli masyarakat, yang berimbas pada pada penurunan produksi dan penerimaan pajak. Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi XI DPR Willgo Zainar di sela-sela Sidang Bersama MPR, DPR, DPD RI, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8). Dalam sidang ini, pada salah satu pidatonya Presiden Jokowi akan menyampaikan RAPBN 2018 beserta nota keuangannya.

"Kasat mata kita bisa merasakan bahwa pertumbuhan ekonomi agak menurun dari periode yang sama. Kita tahu kalau konsumsi masyarakat turun, pasti produksi turun, kalau konsumsi dan produksi juga turun, maka penerimaan pajak negara juga akan turun," analisa Willgo.

Padahal, masih kata Willgo, penerimaan negara melalui sektor pajak memegang peranan penting dalam menstimulus pertumbuhan ekonomi pada sektor-sektor yang ingin didorong oleh pemerintah, misalnya infrastruktur. Paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pun belum dirasakan dampaknya.

"Belasan paket kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah, tapi belum terasa betul daya gebrakannya terhadap peningkatan pertumbuhan yang kita targetkan 5,1 persen pada APBN 2017," pungkas politisi F-Gerindra itu.

Sementara untuk tahun mendatang, Willgo melihat situasi global masih sangat menjadi tantangan perekonomian dalam negeri. Misalnya kondisi antara Korea Utara dengan Amerika Serikat, hingga kondisi di Timur Tengah.

"Sedikit banyak kondisi keamanan dunia yang mengalami dinamika yang keras, pastilah sektor ekonomi akan mengalami perlambatan,' yakin Willgo.

Sementara, tahun 2018-2019 yang merupakan tahun politik bagi Indonesia, harus dicermati oleh investor untuk rencana investasi di dalam negeri, khususnya untuk jangka panjang.

"Saya kira dalam waktu pendek, kita belum bisa berharap pada lompatan yang signifikan, walaupun ada 1 dsampai 2 kebijakan yang akan dikeluarkan oleh pemerintah," imbuh politisi asal dapil NTB itu.

Willgo juga mengapresiasi pemerataan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. Diharapkan hal ini cukup mendorong investasi masuk ke daerah-daerah yang memiliki infrastruktur baik, khususnya di luar Jawa. Walaupun tak dipungkiri, infrastruktur tidak segera serta merta dapat dinikmati hasilnya dalam waktu pendek.

"Walaupun tahun depan merupakan tahun politik, kita masih berharap situasi tetap terjaga dengan baik. Investasi tetap masuk, kemudian serapan tenaga kerja lokal khususnya daripada masyarakat kita yang belum terserap, ini bisa terakomodir. Tentu kita berharap bahwa belanja masyarakat meningkat, konsumsi bertambah, maka pertumbuhan akan meningkat juga," harap Willgo.

Di sisi lain, Willgo mengingatkan agar hutang yang dilakukan oleh pemerintah, dapat disalurkan ke sektor produktif. Walaupun tak dipungkiri, terkadang hutang itu untuk membayar bunga pada hutang berjalan.(sf,mp/DPR/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Pertumbuhan Ekonomi
 
  Wakil Ketua MPR: Ekonomi Tumbuh Namun Kemiskinan Naik, Pertumbuhan Kita Masih Eksklusif
  Waspadai Pertumbuhan Semu Dampak 'Commodity Boom'
  Pimpinan BAKN Berikan Catatan Publikasi BPS tentang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2022
  Harga Tidak Juga Stabil, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Gagal Menjalankan Amanat Pasal 33 UUD 1945
  Roadmap Ekonomi dan Industri Indonesia menuju Superpower Dunia
 
ads1

  Berita Utama
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

 

ads2

  Berita Terkini
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2