Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Bawang
Pemda Kabgor Siap Kembangkan Bawang Merah Jadi Komoditi Unggulan
2016-12-05 07:31:38
 

Suasana panen Bawang merah di Desa Molalahu Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo.(Foto: Istimewa)
 
GORONTALO, Berita HUKUM - Sukses mengembangkan produk Pertanian berupa Padi dan Jagung, kini pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo mulai melirik Bawang merah sebagai komoditi unggulan lainnya. Pasalnya kebutuhan masyarakat terhadap Bawang merah sangatlah besar, sementara pengembangannya saat ini masih menggunakan cara-cara tradisional.

"Selama ini pengembangannya baru secara swadaya, belum dikelolah secara maksimal, ini yang coba kita ubah, dan kita dorong. Sehingga semakin banyak petani yang menanam bawang," terang Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Rahmad Pomalingo yang ditemui usai melaksanakan panen bawang di Desa Dumati Kecamatan Telaga Biru, Minggu (4/12).

Menurut Rahmad, bila komoditas bawang bisa digenjot, tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar yang ada di Kabupaten Gorontalo, maupun provinsi Gorontalo. Tetapi Kabupaten Gorontalo diharapkan bisa menjadi salah satu pemasok bawang di Indonesia.

"Kita punya sumberdaya alam yang memadai, tinggal bagaimana pengelolaannya, ini yang coba kita dorong semaksimal mungkin," ujar Rahmad.

Pengembangan bawang merah sendiri telah dilaksanakan sejak tahun 2015 dengan skenario pengembangan kawasan dengan peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) yaitu seluas 24 hektar di tahun 2015. Melalui dana APBN (Tugas Pembantuan). Tahun ini pengembangan lahan ditambah menjadi 30 hektar. Sehingga saat ini hasil pengembangan tersebut sudah membuahkan hasil, dimana sudah ada beberapa lokasi yang panen. Dengan rata-rata produksi mencapai 10 toh per hektar. Ini berada di dua lokasi, yakni di Desa Dumati Kecamatan Telaga Biru, dan Desa Molalahu Kecamatan Pulubala.

"Kedepan desa lain akan kita kembangkan, dan pengembangannya tak hanya mengandalkan APBN saja, tetapi kita juga akan bergerak dengan menggunakan APBD," jelas Rahmad.

Rahmad juga berharap swadaya dari masyarakat tetap di kembangkan, sehingga tak hanya mengharapkan bantuan pemerintah saja, tetapi juga bisa mengambil inisiatif dalam pengembangan pertanian mereka.

"Bantuan kami ini hanya bersifat stimulan saja, yang menentukan sukses tidaknya program pengembangan komuditi bawang ini adalah masyarakat itu sendiri," pungkasnya. (bh/shs/hms)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2