Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Vatikan
Paus Tunjuk Uskup Awasi Bank Vatikan
Sunday 16 Jun 2013 18:49:38
 

Paus Fransiskus menunjuk Uskup Ricca untuk mengawasi bank Vatikan.(Foto: Ist)
 
VATIKAN, Berita HUKUM - Paus Fransiskus mengambil sebuah langkah besar pertama dalam mengatasi masalah di bank Vatikan, IOR dengan menunjuk seorang uskup untuk memimpin manajemen bank ini. Adalah Monsignor Battista Mario Salvatore Ricca yang ditunjuk untuk mengisi posisi tersebut.

IOR, yang selama ini dikenal sebagai salah satu bank paling rahasia di dunia menjadi sorotan setelah tersandung sejumlah skandal.

Februari silam, seorang pengacara Jerman Ernst von Freyberg ditunjuk sebagai ketua baru IOR, delapan bulan setelah pendahulunya dipecat ditengah-tengah penyelidikan kasus pencucian uang.

Penunjukan ini merupakan kebijakan terakhir Paus Emeritus Benediktus XVI, yang menjadi Paus pertama yang mundur dalam 600 tahun sejarah kepausan pada bulan yang sama.

Di bulan Mei, von Freyberg mengatakan institusinya memeriksa 19.000 rekening di IOR yang kebanyakan milik pegawai, yayasan, pendeta dan biarawati Vatikan.

Meski Ricca dinominasikan oleh Menlu Vatikan Tarcisio Bertone, pengumuman Vatikan sendiri dengan jelas menyebut bahwa Paus Fransiskus secara pribadi yang menyokong penunjukkan tersebut.

Ricca dikenal sebagai pengelola hotel dimana Paus tinggal saat kediaman resminya di renovasi.

Sebagai uskup di IOR - yang kosong sejak 2011 - Ricca akan melapor ke lima anggota komisi kardinal yang mengawasi bank, menghadiri rapat manajemen dan memiliki akses informasi atas aktivitas keuangan.

IOR saat ini tengah mencari pengakuan dari komite anti pencucian uang Eropa, Moneyval, yang sepenuhnya patuh dengan standar internasional dalam memberantas pencucian uang, penghindaran pajak dan keuangan terorisme.

Tahun lalu, Moneyval mengatakan IOR telah membuat kemajuan meski ada sejumlah hal yang harus ditingkatkan.

Peraturan bank terkait laporan uji penilaian, transfer kawat dan transaksi mencurigakan dianggap tidak cukup oleh Moneyval dan perlu ada pengawas independen.

Didirikan tahun 1942, IOR memiliki 114 karyawan dan aset senilai US$7,1 miliar.(bbc/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Vatikan
 
  Skandal Pelecehan Seks: Film Dokumenter, Uskup Agung Polandia Minta Vatikan Selidiki Tudingan Pelecehan Seksual di Gereja Katolik
  Paus Perintahkan Rohaniwan Laporkan Pelecehan Seksual, 'Indonesia Belum Ada Kasus'
  Bagaimana Paus Fransiskus Tangani Skandal Seks di Gereja Katolik?
  Paus Fransiskus Akui Kasus Biarawati Dijadikan Budak Seks oleh Pastor
  Pimpin Misa Malam Natal, Paus Fransiskus Kutuk Kemiskinan dan Materialisme
 
ads1

  Berita Utama
Jokowi Akhirnya Laporkan soal Tudingan Ijazah Palsu ke Polisi, 5 Inisial Terlapor Disebut

Polri Ungkap 72 Kasus Destructive Fishing, Selamatkan Kerugian Negara Rp 49 Miliar

3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

Tolak Tawaran Jadi Duta Polri, Band Sukatani Akui Lagu "Bayar Bayar Bayar" Diintimidasi

 

ads2

  Berita Terkini
 
Jokowi Akhirnya Laporkan soal Tudingan Ijazah Palsu ke Polisi, 5 Inisial Terlapor Disebut

Polri Ungkap 72 Kasus Destructive Fishing, Selamatkan Kerugian Negara Rp 49 Miliar

3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan

Kasus Korupsi PT BKS, Kejati Kaltim Sita Rp2,5 Milyar dari Tersangka SR

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2