Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Penculikan
Pasca Penculikan, PT Medco Resah Keamanan di Aceh
Wednesday 12 Jun 2013 16:47:40
 

Malcolm karyawan PT Medco yang diculik.(Foto: BeritaHUKUM.com/sul)
 
ACEH, Berita HUKUM - Manager of Relations PT. Medco, Arfiandy Djafaar, melalui press rilisnya kepada wartawan, Rabu (12/6) mengatakan, karyawan PT Medco E&P yang bernama Malcolm Primrose (62) warga berkebangsaan Inggris ini merupakan pekerja subkontraktor dari Block A PSC, Blade Engineering, yang diambil paksa dari mobilnya oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) di dekat lokasi kerja pengeboran sumur eksplorasi Matang-1 Block A

Kata dia, Perusahaan telah bertindak cepat dengan melaporkan kejadian ini ke aparat keamanan, pemerintah daerah, SKK Migas dan Kedutaan Besar Inggris, dan Perusahaan juga langsung berkoordinasi dengan pihak keamanan dan Pemerintah setempat untuk mendapat informasi keberadaan Pekerja tersebut, terangnya.

Dalam hal ini, semua pihak berupaya keras untuk mencari korban sejak insiden terjadi hingga sepanjang malam sampai dengan saat ini untuk mengetahui keberadaannya. "Perusahaan dengan dukungan aparat baik pusat maupun daerah terus melakukan upaya-upaya untuk kembalinya pekerja tersebut dengan selamat," pintanya seraya menambahkan perusahaan menyatakan keprihatinan yang mendalam terhadap kejadian ini dan akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin bersama dengan aparat keamanan agar yang bersangkutan dapat dibebaskan dengan selamat.

Dengan insiden penculikan terhadap karyawan PT. Medco E&P Indonesia menurutnya, keamanan di Aceh yang memprihatinkan terutama di lokasi operasional di wilayah kerja Blok A, Kabupaten Aceh Timur, pasca penculikan oleh gerombolan orang tak dikenal (OTK) terhadap warga berkebangsaan Inggris, pada Selasa (11/6/13) sekira pukul 11.00.wib di Desa Lubuk Pimping Kecamatan Peureulak Kota Kabupaten Aceh Timur.

Pun demikian, Perusahaan juga berharap agar situasi keamanan di Aceh Timur dan khususnya di wilayah kerja operasional kembali kondusif. Semua pihak berharap keadaan kembali normal agar iklim investasi dapat terus berlangsung," harap Arfiandy Djafaar.(bhc/sul)



 
   Berita Terkait > Penculikan
 
  Culik dan Aniaya Pengutang Rp 7 Miliar, 6 Pelaku Digulung Resmob Polda Metro
  Timsus Unit 2 Subdit 3 Resmob PMJ Menangkap Nenek Penculik Anak di Bekasi
  Penculik Balita Diringkus Tim Polres Metro Jakarta Utara
  Tim Vipers Unit Reskrim Polsek Serpong Tangsel Menangkap Wanita Pelaku Penculikan Bayi
  Polres Jakarta Barat Berhasil Menangkap Penculik Bayi di Kalideres
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2