Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
TNI
Panglima TNI Prakarsai Pagelaran 11 Macam Wayang NKRI dI Kota Tua Jakarta
2017-09-30 14:33:57
 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Jaya Suprana saat menemui media disela-sela pertunjukan Wayang NKRI di Museum Fatahilah Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (29/9).(Foto: BH yun)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo nonton pahelaran Wayang NKRI dengan Lakon "Parikesit Jumeneng Nata" - Dalam rangkaian acara menyambut memeriahkan HUT TNI pada 5 Oktober 2017, ribuan warga berbondong-bondong menyaksikan pagelaran Wayang NKRI yang dihelat di Mabes TNI. Sesuai dengan namanya, wayang-wayang yang akan dipentaskan didatangkan langsung dari sejumlah daerah di Tanah Air. Pagelaran wayang digelar di Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (29/9) malam.

Dengan mengusung pagelaran Wayang NKRI yang merupakan kombinasi dari 11 wayang berbagai daerah seperti; wayang Jamblung, wayang Beber, wayang Surakarta, wayang Cirebon, wayang Bali, dan wayang Yogyakarta. Selain itu ada juga unsur wayang golek Jawa Barat, wayang orang, wayang Palembang, wayang Jawa Timur, dan Punakawan Session dalam Wayang NKRI tersebut.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya menyampaikan, bahwa lakon yang di mainkan dalam pagelaran Wayang NKRI yaitu "Parikesit Jumeneng Nata".
Lakon ini bercerita tentang peperangan antara kebaikan diwakili oleh Parikesit melawan kejahatan yang diwakili oleh Astina.

Jenderal Gatot mengatakan, setiap peperangan pasti menyisakan penderitaan dan kehancuran. Untuk memulihkan itu semua, dibutuhkan pengorbanan, waktu yang panjang dan biaya yang tidak sedikit.

"Semoga pertunjukan wayang malam ini dapat menjadi pelajaran penting tentang membangun kesatuan dan persatuan bangsa," kata Jenderal Gatot.

Dipilihnya pagelaran Wayang sebagai salah satu rangkaian peringatan HUT TNI ke-72 lantaran, menurut Panglima TNI, pertunjukan wayang ini sangat strategis.
"Bisa sebagai hiburan dan media komunikasi paling efektif dalam menyebarkan pesan, moral, agama, nasionalisme, dan patriotisme, terutama dalam melawan penjajah," ujar Jenderal Gatot.

Sebagai warisan budaya bangsa, wayang juga telah diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Oleh karena itu, pagelaran wayang ini juga menjadi salah satu upaya melestarikan budaya bangsa. Sebab, dari ratusan jenis wayang yang ada di Indonesia, beberapa di antaranya sudah punah atau hampir punah.

"Saya, Panglima TNI bekerja sama dengan Pak Jaya Suprana untuk mempersatukan 11 jenis wayang ke dalam Wayang NKRI," jelas Panglima TNI Jenderal Bintang 4 ini.

Pagelaran Wayang NKRI dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Selain Gatot, hadir menonton pagelaran Wayang NKRI antara lain Wakil Presiden keenam RI Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Panglima Kostrad Letjen Edy Rahmayadi, dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.(bh/yun)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2