Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Jaksa
Panggilan Jiwa Seorang Jaksa
Wednesday 17 Jun 2015 06:09:29
 

Ilustrasi. Buku TPPU.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Apa jadinya bila seseorang dilanda kegelisahan? Boleh jadi, kegelisahan itu akan membuat seseorang terpuruk, hingga ke lubang duka yang dalam. Namun, asal dikelola secara positif, bisa jadi kegelisahan itu akan menghasilkan sebuah karya yang bisa saja bermanfaat bagi orang lain.

Setidaknya itulah yang dialami seorang jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Kristiana. Kegelisahan intelektualnya terhadap dunia hukum dan profesinya, justru mendorongnya menulis buku yang ia beri judul “Pemberantasan TPPU: Perspektif Hukum Porgresif”.

“Selain gelisah secara intelektual, ini juga merupakan tanggung jawab keilmuwan saya sebagai jaksa,” katanya. Buku ini sejatinya merupakan bagian penggalan kisah pergemulan pencarian kebenaran keilmuwan dalam ranah praktis.

Ia menjelaskan, cara berhukum penyidik, penyelidik, penuntut umum dan hakim dalam penanganan tindak pidana pencucian uang, selama ini masih menggunakan pendekatan umum yang masih legalistik, bahkan cenderung konvensional.

Karenanya ia berharap, buku ini bisa menjadi media keberanian para pekerja hukum yang tergerak untuk berperan lebih dalam pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

“Seiring dengan pemberantasan korupsi, bukankan hukum itu perlu keberanian?” katanya, pada saat bedah buku yang diselenggarakan Perpustakaan KPK pada Jumat lalu (12/6).(kpk/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Jaksa
 
  Santoso: Berantas Mental Preman di Korps Adhyaksa
  Pemkot Kupang Apresiasi Kajati NTT Dr Yulianto
  DPR Setujui RUU Kejaksaan Menjadi UU
  RUU Kejaksaan Sebagai Upaya Mantapkan Peran dan Kedudukan Kejaksaan
  Kajati DKI Jakarta Melakukan Kunker dan Waskat ke Kajari Jakpus
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2