JAKARTA, Berita HUKUM - Terkait informasi tentang penemuan Kapal MT Kharisma- 9 serta penangkapan 2 (dua) orang perompak MT Joaquim, Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) TNI AL menggelar jumpa pers di Aula Yos Sudarso Koarmabar, Jalan Gunung Sahari, Jakarta pusat pada, Rabu (23/12) lalu.
Menurut Pangarmabar Laksamana Muda Achmad Taufiqoerrochman di Jakarta, pada tanggal 8 Agustus 2015 sekitar pukul 20.25 Wib, Kapal berbendera Singapura MT Joaquim dirompak oleh sekelompok Orang Tak di Kenal (OTK) di perairan Selat Malaka, saat tengah berlayar dari East Outer Port Limit (EOPL) yang ingin melaju mengarungi menuju Malaka, pada posisi 02 34 00 U- 101 26 20 T. MT.
Dengan tujuan Malaka, namun saat MT. Joaquim tiba di perairan Melaka, Kapal diarahkan merubah tujuan, ke selanjutnya Kapal diperintahkan Louis T.Yu Tat-Singapura untuk kembali ke WOPL (West Outer Port Limit) untuk mengisi BBM. Kapal yang memiliki daya angkut muatan 3.500 MT Light Crude Oil (LCO) tersebut dirompak oleh sekelompok OTK dan berhasil membawa LCO sebanyak 2,900 MT dengan menggunakan kapal MT Kharisma-9.
Namun, dalam perjalanan menuju WOPL, MT. Joaquim yang mengangkut kurang lebih 500 MT (Light Crude Oil) dirompak oleh sekelompok OTK, pelaku perompakan menggunakan MT. Kharisma-9 (kesaksian Bosun- Harul Anam) sebagai Kapal penampung BBM jenis LCO- yang diambil dari Tangki BBM MT- Joaquim sebanyak + 2.900 MT. Selanjutnya kabur dan sampai saat ini keberadaannya belum berhasil ditemukan. Kasus Kejahatan di Laut terhadap MT. Joaquim di Selat Malaka. Pada tanggal 20 Agustus 2015, pukul 15.30 (1 minggu setelah lego jangkar), dayang MT. Matahari laut dengan posisi sandar lambung kanan MT.
Para perompak kemudian merusak mesin hidrolik, serta jangkar MT Joaquim agar kapal tidak bisa mengikuti kapal MT Kharisma 9. Sepanjang hilangnya kapal Kharisma 9, Koarmabar terus menelusuri dengan mengerahkan unsur KRI disepanjang perairan Selat Malaka, Selat Karimata dan Laut Jawa dan di dukung tim Western Fleet Quick Response (WFQR) untuk mencari perompak di darat pada Senin 14 Desember 2015, tertangkap 2 orang perompak berinisial HU (53) kapten kapal, serta AS (30) di Bandung Jawa Barat.
Untuk diketahui, Kapal Kharisma 9 digunakan untuk memberikan dukungan logistik (gas, air tawar, dan sembako), dan bersama dengan itu Nahkoda MT. Matahari laut menyerahkan dokumen kapal a.n MT Antela kepada Muslim II Mount Kharisma 9 selanjutnya diserahkan ke Nahkoda MT. Kharisma 9.
Kemudian pada tanggal 27 Agustus 2015, sekitar pukul 16.00 MT. Patria Jaya 1 datang dan merapat dilambung kiri MT. Kharisma 9 untuk mengambil Minyak LCO dari M.T Kharisma 9 sebanyak 1.100 KL. dan bersamaan itu Nahkoda MT. Patria Jaya 1 menyerahkan HP Satelite kepada Nahkoda MT. Kharisma 9. Transfer Minyak LCO dari MT. Kharisma 9 mulai pukul 17.00 s/d pukul 08.00 esok harinya.
Menurut pengakuan dua tersangka, setelah melakukan shiponing Kharisma 9 akan berlayar menuju Batam untuk menurunkan 7 orang perompak di pulau Karimun dan kapal menuju laut Jawa, selama persembunyian 11 ABK MT Kharisma 9 sempat tinggal di Bandung pasca melakukan kejahatan kapal Kharisma 9 sudah 2 kali merubah nama.
Kemudian pada tanggal 15 December kapal Kharisma 9 di tangkap (WFQR) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) di perairan Bojonegoro Banten saat di temukan sudah berubah nama UNION STAR. Menurut para pelaku, aksi ini diperintahkan dari saudari EN dibantu oleh saudara BU alias AN dan saat ini masih DPO, dan saat ini masih ada 10 DPO masih dalam pengembangan tindak lanjut.(bh/mnd)
|