Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Perdata    
PSSI
PSSI dan KPSI Dibayang-Bayangi Sanksi FIFA
Monday 10 Dec 2012 21:38:05
 

Timnas Indonesia.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kisruh yang terus melanda sepak bola Indonesia semakin ruwet, dari konflik organisasi, dualisme kompetisi hingga persoalan gaji pemain yang belum dibayar. Persoalan ini menjadikan sepak bola Indonesia di bawah bayang-bayang sanksi FIFA. Dimana sanksi tersebut bukanlah sesuatu yang baru dalam ranah sepak bola Indonesia.

FIFA meminta agar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) segera menyelesaikan persoalan dualisme kompetisi sepak bola Indonesia dengan deadline pada Maret, demikian maksud surat tertanggal 13 Januari 2012 yang dikirim FIFA tersebut. Hingga persoalan ini pun menjadikan PSSI dan KPSI bersama-sama menandatangani MoU atau nota kesepahaman di markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia, 7 Juni 2012 lalu. Namun, hal tersebut seakan diabaikan karena hingga saat ini tidak ada hasil dan langkah nyata ditampilkan kedua kubu yang masih bertikai.

Sementara itu Pengamat sepakbola Indonesia, Mohammad Kusnaeni menilai tidak ada kesalahan yang dibuat oleh PSSI yang membuat FIFA akan memberikan sanksi. "Saya tidak yakin Indonesia diberikan sanksi oleh FIFA. Kesalahan fatal yang dibuat Indonesia apa kalau mau diberikan sanksi. Coba lihat di statuta FIFA, apa saja yang membuat suatu negara diberikan sanksi. Tentu tidak terlalu jelas kesalahan yang dilakukan oleh Indonesia sehingga diberikan sanksi," tuturnya.

Menurut Kusnaeni, sampai sekarang tidak ada kesalahan yang sangat mendasar yang membuat FIFA akan menjatuhkan sanksi, Senin (10/12).

"FIFA hanya ingin ini semua selesai, tidak ingin ada seperti yang terjadi di Indonesia. Ada dua federasi, dua timnas, dua, kompetisi. Buat FIFA ini tidak bagus dah menganggu kredibilitas FIFA dan sepakbola secara keseluruhan," ujarnya.

Lanjutnya lagi, "Makanya FIFA ingin ini cepat selesai, kalau dibilang ada pelanggaran mendasar yang membuat FIFA menjatuhkan sanksi, maka apa kesalahan Indonesia sehingga harus diberikan sanksi," pungkasnya.(kmp/ini/bhc/mdb)



 
   Berita Terkait > PSSI
 
  Ketum PSSI Erick Thohir: Mafia Sepakbola Harus Dihukum Seumur Hidup
  Edy Rahmayadi Resmi Terpilih Ketua Umum PSSI
  Pangkostrad Siap Benahi Tata Kelola Organisasi dalam Tubuh PSSI
  Calon Ketum PSSI Moeldoko Gelar Nobar IND Vs THA Bersama Awak Media
  Pangkostrad Siap Bersaing dengan Mantan Panglima TNI Jadi Calon Ketua PSSI
 
ads1

  Berita Utama
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

 

ads2

  Berita Terkini
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"

Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores

Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2