Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Partai Nasional Aceh
PNA Siap Melawan Premanisme Politik
Monday 29 Apr 2013 19:01:06
 

Ketua MP-PNA Aceh, Irwandi Yusuf.(Foto: BeritaHUKUM.com/sul)
 
ACEH, Berita HUKUM - Partai Nasional Aceh (PNA) ikrarkan perlawanan terhadap upaya-upaya intimidasi dan teror jelang Pemilu 2014 dengan mengedepankan aparat penegak hukum.

"Kita sekaligus berharap aparatur kali ini benar-benar berjalan pro justicia," kata Ketua Majelis Pertimbangan Partai Nasional Aceh (MP-PNA) Aceh, drh Irwandi Yusuf, melalui BlackBerry Messenger Senin (29/4).

Menurut Irwandi, berbagai aksi teror dan intimidasi yang terjadi baru-baru ini menimpa kader-kader PNA, seperti rumah dilempari batu, pengancaman via HP serta pembunuhan terhadap Cekgu, dan kesemua kasus ini mengingatkan pada waktu menjelang Pilkada yang lalu.

Dijelaskan, waktu itu teror dan intimidasi berlangsung hampir 100 persen impunitas tanpa intervensi yang berarti dari aparat hukum lokal, hingga kemudian terpaksa diturunkan aparat penegak hukum nasional, yang akhirnya berakhir dengan terjaringnya kelompok Ayah Banta cs dan berhenti penyidikannya pada Ayah Banta cs saja, tanpa menyentuh dalangnya.

Lalu apa yang terjadi sekarang sama motifnya dengan yang terjadi masa Pilkada, yaitu teror untuk bikin ciut nyali politik lawan. Namun, PNA tidak gentar dan surut melawan premanisme politik ini.

"Pemilu kali ini jangan disamakan dengan Pilkada yang lalu dimana kita bersabar habis, kali ini tidak bisa begitu lagi," ujar Irwandi.

Mantan orang nomor satu di Aceh itu berharap agar masyarakat Aceh tidak lagi merasa takut dengan berbagai bentuk intimidasi dan teror. Aparat Gakkum harus lindungi rakyat secara maksimal. PNA bersama-sama aparat Gakkum akan memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi Caleg semua Partai yang rakyat pilih.

Setelah kasus-kasus yang terjadi belakangan ini PNA yakin rakyat Aceh tidak mau terjerembab lagi ke dalam kubang yang sama. "Dihimbau kepada semua parpol dan parlok, mari kita buat posko pengaduan bersama di tiap kecamatan," tandasnya.

Alangkah aibnya Aceh ini jika sesama kita berkelahi?, proses politik haruslah berjalan secara demokratis, semoga partai apapun pemenangnya dapat dengan kepala tegak menjalankan amanah kemenangannya tanpa dikejar-kejar rasa bersalah dan perasaan terkutuk.(bhc/sul)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2