JAKARTA, Berita HUKUM - Kasus penjualan bayi yang terungkap di wilayah Jakarta Barat memasuki babak baru. Setelah memintai keterangan dari para saksi, diketahui pula kasus tersebut diduga melibatkan oknum PNS Pemprov DKI yang melakukan pemalsuan dokumen kependudukan. Jika terbukti benar, Pemprov DKI pun secara tegas akan memecat oknum yang terlibat kasus tersebut.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama mengecam keras aksi sindikat penjualan bayi tersebut. Ia pun berjanji, jika ada oknum PNS Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI yang terlibat dalam kasus ini, maka yang bersangkutan terancam dipecat. "Kalau benar, itu harus dihukum berat," ujar Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (8/2).
Meski demikian, kata Basuki, pihaknya tidak akan melakukan penyelidikan internal di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Pihaknya hanya akan menunggu penyelidikan dari kepolisian untuk mengambil langkah lebih lanjut. "Kalau terbukti ya bisa dipecat. Tunggu penyelidikan polisi aja, santai aja," katanya, seperti yang dikutip dari beritajakarta.com, pada Jum'at (8/2).
Seperti diketahui sebelumnya, dari hasil pengembangan penyidikan jajaran Reskrim Polres Metro Jakarta Barat atas tertangkapnya sindikat penjualan bayi internasional, diketahui bahwa kartu keluarga dan paspor atas nama Teddy Lukas, bayi yang masih berusia 4 bulan, diduga berisikan identitas palsu.
Dalam akta kelahiran Teddy, dituliskan kalau bayi kelahiran 7 Oktober 2012 itu merupakan anak keempat Lindawaty Suhandojo. Sedangkan dalam Kartu Keluarga (KK) yang dipalsukan, dituliskan kalau Teddy merupakan anak pasangan Lauw Andi dan Lindawaty Suhandojo dengan nomor KK 3171021604121017.
KK milik Teddy dikeluarkan oleh Kecamatan Sawahbesar, Jakarta Pusat. Di dalam KK tersebut, tertulis si bayi tinggal bersama orang tua 'baru'nya di Jalan A, Gang A-IX No9 RT 8/7, Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawahbesar, Jakarta Pusat.
Sementara itu, akta kelahiran Teddy ditandatangani oleh Kasudin Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Administrasi Jakarta Pusat, Mohammad Hatta. Selain memiliki akta kelahiran dan KK yang ditenggarai dipalsukan, bayi yang sekarang berada di Mapolres Metro Jakarta Barat juga memiliki paspor yang dipalsukan. Polres Metro Jakarta Barat saat ini, juga telah memeriksa salah satu oknum Dukcapil berinisial `J` terkait akta kelahiran palsu milik Teddy.(brj/bhc/opn) |