Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Zika
Obama akan Meminta Rp24 Triliun untuk Atasi Virus Zika
2016-02-09 07:37:05
 

Virus yang menyebar terutama lewat nyamuk Aedes aegypti dikaitkan dengan kondisi mikrosepali.(Foto: Istimewa)
 
WASHINGTON, Berita HUKUM - Pemerintahan Obama akan meminta Kongres Amerika Serikat memberikan dana darurat sebesar US$1,8 miliar atau Rp24 triliun untuk mengatasi virus Zika.

Virus yang menyebar terutama lewat nyamuk Aedes aegypti tersebut, telah menyebar dengan cepat di benua Amerika. Hal ini dikaitkan dengan kondisi mikrosefali, di mana bayi lahir dengan otak yang tidak berkembang dengan baik.

Dana tersebut akan dipakai untuk usaha mengatasi nyamuk dan program penelitian vaksin selain inisiatif lain.

Gedung Putih menyatakan sebagian dana akan dipakai untuk "meningkatkan kemampuan negara korban Zika agar dapat lebih baik menghadapi nyamuk dan pengontrolan transmisi" virus.

Virus tersebut saat ini menyebar ke pasien baru di 26 negara di benua Amerika, menurut Pan American Health Organization.

Selain itu, US Centers for Disease Control (CDC) memastikan 50 kasus virus di Amerika Serikat di antara orang-orang yang mengunjungi kawasan terkena dan kembali ke AS.

Terjadi peningkatan kekhawatiran bahwa iklim yang semakin hangat di belahan utara dunia akan membuat nyamuk semakin aktif, sehingga transmisi lokal akan menjadi masalah, terutama di AS bagian selatan.

Minggu lalu, kasus pertama Zika yang ditransmisikan secara lokal dilaporkan terjadi di Dallas, Texas. Dalam kasus ini, virus menyebar lewat kontak seksual, bukan gigitan nyamuk.

Sementara, Aparat Amerika Serikat menemukan sebuah kasus virus Zika yang ditularkan lewat hubungan seks, bukan melalui gigitan nyamuk.

Temuan itu diumumkan Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) setelah menangani seorang pasien di Kota Dallas, Negara Bagian Texas.

Kepada BBC, Anne Schuchat selaku wakil direktur CDC mengatakan pasien tersebut tidak bepergian ke daerah yang dijangkiti virus Zika. Namun, pasangannya baru saja kembali dari Venezuela. Menurut Schuchat, kasus seperti ini baru pertama kali terjadi.

"Kami tidak yakin (virus) ini ditularkan melalui gigitan nyamuk, tapi kami yakin ini ditularkan lewat kontak seksual," kata Schuchat.

Setelah kasus itu ditemukan, CDC mengeluarkan imbauan kepada semua warga untuk menghindari virus Zika dengan 'mencegah tergigit nyamuk DAN menghindari paparan sperma dari seseorang yang terimbas virus Zika'.

Alaka Basu yang merupakan pejabat senior UN Foundation mengatakan kasus di Dallas signifikan jika memang virus Zika ditularkan melalui hubungan seksual.

"Signifikansinya paralel dengan kasus HIV/AIDS. Bahkan (virus Zika) lebih buruk dalam beberapa hal, karena ada dua cara penularan," kata Basu.

Kasus di Dallas adalah penularan virus Zika pertama yang terkonfirmasi di daratanAmerika Serikat, walau di Negara Bagian Texas saja ada tujuh kasus lainnya yang diduga berhubungan dengan virus Zika. Ketujuh kasus itu melibatkan perjalanan luar negeri.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menyatakan penyakit yang terkait denganvirus Zika di Amerika Latin sebagai keadaan darurat kesehatan global yang memerlukan tanggapan terpadu.

Sejumlah pakar bahkan memperingatkan bahwa virus Zika berpotensi menimbulkan ledakan pandemi.

Selain di AS, virus Zika telah sampai di Australia. Pemerintah Australia mengatakan ada dua kasus yang telah dikonfirmasi. Kedua kasus melibatkan dua warga Sydney yang baru saja kembali dari Karibia.

Kemudian di Brasil, negara yang paling banyak mengalami kasus virus Zika, terdapat 404 kasus yang telah dikonfirmasi. Jumlah itu meningkat dari 270 kasus, pekan lalu.

Pemerintah Brasil mengaku tengah menyelidiki 3.670 kasus microcephaly atau penyusutan otak yang terjadi pada bayi. Microcephaly diduga terkait dengan virus Zika.

Kementerian kesehatan Brasil menyebut terdapat 76 kematian pada bayi yang diduga disebabkan microcephaly, baik dalam kandungan maupun sesaat setelah dilahirkan.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Zika
 
  Obama akan Meminta Rp24 Triliun untuk Atasi Virus Zika
 
ads1

  Berita Utama
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk

Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

 

ads2

  Berita Terkini
 
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk

Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2