Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Suriah
Obama Tolak Kirim Pasukan Darat ke Suriah
2016-04-25 07:56:14
 

Ilustrasi. Presiden Barack Obama.(Foto: Istimewa)
 
LONDON, Berita HUKUM - Presiden Amerika Serikat Barack Obama menolak opsi pengiriman pasukan darat ke Suriah sebab upaya militer saja tidak bisa menyelesaikan berbagai masalah di negara tersebut.

"Akan menjadi kesalahan bagi Amerika Serikat, atau Inggris...untuk mengirim pasukan darat dan menggulingkan rezim (Presiden Suriah Bashar al) Assad," kata Obama kepada BBC, di sela-sela kunjungannya ke Inggris, Senin (25/4).

Dia juga secara eksplisit menyatakan kelompok ISIS tidak akan bisa dikalahkan dalam sisa jabatannya selama sembilan bulan mendatang.

Namun, menurutnya, "kita bisa pelan-pelan menyusutkan area operasi mereka."

AS selama ini tidak mengirim pasukan infantri ke Suriah. Namun, sejak 2014, pasukan koalisi pimpinan AS telah menggelar serangan udara ke berbagai tempat di Suriah.

Obama, yang kini berada dalam kunjungan resmi kenegaraan di Inggris, mengatakan situasi di Suriah sangat menyedihkan dan begitu kompleks.

"Saya pikir tiada solusi sederhana. Supaya kita bisa menyelesaikan masalah-masalah jangka panjang di Suriah, solusi militer saja, dan tentu dengan kita mengirim pasukan darat, tidak akan mewujudkan itu."

Obama mengatakan koalisi pimpinan AS akan terus "menyerang target-target ISIS di tempat-tempat seperti Raqqa dan mencoba mengisolasi bagian itu dan mengunci kawasan-kawasan di dalam negeri yang mengirimkan milisi asing ke Eropa."

Salah satu tempat yang diincar pesawat tempur AS adalah Kota Raqqa yang dijadikan ISIS sebagai 'ibu kota'.

Namun, komunitas internasional harus terus menerapkan tekanan kepada semua pihak, termasuk Rusia, Iran, dan kelompok-kelompok moderat oposisi "untuk duduk bersama di satu meja dan mencoba merundingkan transisi. Itu sulit."

Obama mengkritik negara-negara yang parlemennya tidak menyetujui aksi terhadap Suriah, namun mendesak AS untuk melakukan sesuatu. Menurutnya, Suriah memerlukan respons transnasional.

Tanpa kerja sama dan aliansi, "kita lebih lemah dan tidak menyelesaikan masalah-masalah ini."

Sedikitnya 250.000 orang telah tewas akibat konflik di Suriah yang telah berlangsung selama lima tahun.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Suriah
 
  Presiden Assad dapat Suaka di Rusia, Pemberontak HTS Kuasai Damaskus
  Konflik Suriah: Turki dan Rusia Sepakat Umumkan Gencatan Senjata 'Bersejarah'
  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Bersumpah Melanjutkan Operasi Militer di Suriah Utara
  Serangan Turki di Suriah, Jumlah Korban Meninggal dan Pengungsi Melonjak
  Erdogan: Pasukan Turki Lancarkan Serangan di Suriah untuk Dirikan 'Zona Aman'
 
ads1

  Berita Utama
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

 

ads2

  Berita Terkini
 
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2