Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Suriah
Obama Minta US$500 Juta untuk Suriah
Saturday 28 Jun 2014 02:00:59
 

Ilustrasi. Presiden Barack Obama.(Foto: Reuters/Gary Cameron)
 
WASHINGTON DC, Berita HUKUM - Presiden Barack Obama meminta Kongres Amerika Serikat untuk menyetujui dana US$500 juta atau sekitar Rp 5 trilun lebih untuk melatih dan mempersenjatai anggota kelompok 'oposisi bersenjata Suriah moderat'. Dana tersebut akan membantu Suriah membela diri menghadapi serangan rezim, demikian isi pernyataan Gedung Putih.

Bantuan, tambah Obama, juga akan ditujukan untuk menghadapi ekstrimis seperti Negara Islamis di Irak dan Levant (ISIS).

Pergerakan maju ISIS di rak membuat sejumlah anggota Kongres untuk menekan Presiden Obama.
"Pendanaan ini akan mendukung usaha pemerintah Washington yang sejak lama berupaya memperkuat oposisi Suriah moderat, baik sipil maupan bersenjata," kata Gedung Putih.

Dana akan membantu dalam menstabilisasi daerah kekuasaan oposisi serta mengatasi ancaman teroris.

Gedung Putin menambahkan pemberontak yang menerima dana akan lebih dulu diseleksi untuk mengatasi kekhawatiran peralatan akan dikuasai pihak musuh.

Presiden Obama mendapat tekanan dari sejumlah anggota Kongres untuk meningkatkan bantuan di kawasan tersebut.

Bulan lalu Obama telah mengisyaratkan peningkatan bantuan bagi oposisi Suriah dalam pidato di akademi militer West Point.

Pemberontak Suriah bentrok dengan kekuatan presiden Bashar al-Assad

Dari beberapa anggota parlemen, seperti Senator Republik John McCain Of Arizona, untuk meningkatkan bantuan kepada para pemberontak Suriah. Beberapa anggota Kongres telah menuduh Obama menjadi pasif dan tidak tegas, sehingga Assad untuk menahan ancaman terhadap pemerintahannya.

Senator Republik Marco Rubio dari Florida mengkritik "kemudi" kebijakan luar negeri Obama.

"Konsekuensi dari kelambanan Obama Administrasi dan ketidakmampuan untuk mengartikulasikan dan menerapkan strategi koheren Suriah sekarang menyakitkan jelas di Timur Tengah, terutama di Irak, dan sekarang mengancam mitra AS seperti Jordan," kata Rubio dalam sebuah pernyataan.(BBC/rtr/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Suriah
 
  Presiden Assad dapat Suaka di Rusia, Pemberontak HTS Kuasai Damaskus
  Konflik Suriah: Turki dan Rusia Sepakat Umumkan Gencatan Senjata 'Bersejarah'
  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Bersumpah Melanjutkan Operasi Militer di Suriah Utara
  Serangan Turki di Suriah, Jumlah Korban Meninggal dan Pengungsi Melonjak
  Erdogan: Pasukan Turki Lancarkan Serangan di Suriah untuk Dirikan 'Zona Aman'
 
ads1

  Berita Utama
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG

4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua

 

ads2

  Berita Terkini
 
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2