Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    

Nazaruddin Langsung Dibawa ke Mako Brimob
Saturday 13 Aug 2011 16:54:25
 

Pesawat Gulfstream G-250 yang digunakan membawa pulang Nazaruddin (Foto: gulfstream.com)
 
JAKARTA-Begitu Nazaruddin tiba di Indonesia, ia akan langsung dibawa ke Mako Brimob Polri, Kelapadua, Depok, Jawa Barat. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu akan diperiksa kesehatannya oleh tim dokter Polri dan dokter KPK. Penunjukan ini didasari bahwa fasilitas kesehatan di sana lebih lengkap.

Setelah memastikan kesehatan Nazaruddin, barulah yang bersangkutan akan dibawa ke Kantor KPK. Namun, belum dapat dipastikan apakah Nazaruddin akan langsung menjalani pemeriksaan oleh penyidik. "Nanti semuanya menunggu hasil tim medis,” kata Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riantodalam wawancara di sebuah stasiun teve swasta nasional, Sabtu (13/8) .

Sama seperti pimpinan lain, Bibit juga menyatakan, tidak bisa menjelaskan kira-kira jam berapa Nazaruddin tiba di Tanah Air. Pihaknya hanya bersiap-siap dengan segala kemungkinan yang perlu dilakukan. Sedangkan pemeriksaannya nanti, tergantung kepada Nazaruddin. "Apakah dia bersedia? Itu hak dia mau diperiksa atau tidak," kata Bibit Samad Riyanto.

Pernyataan Bibit ini dibenarkan Ketua KPK BUsyro Muqoddas. Menurutnya, Nazaruddin tidak langsung menjalani pemeriksaan di kantor KPK. Setibanya di bandara Halim Perdanakusuma, ia akan dibawa dulu ke Mako Brimob untuk menjalani pemeriksaan. “Hanya periksa kesehatan,” tandasnya.

Namun, Busyro enggan menjawab bahwa dengan begitu penahanan Nazaruddin akan dilakukan di Rutan milik Brimob tersebut. Alasannya, penempatan itu masih harus dibicarakan lagi dengan jajaran pimpinan KPK. “Tunggu saja nanti,” selorohnya.

Sebelumnya, Nazaruddin diberangkatkan dari Bogota, Kamis (11/8) waktu setempat. Jarak Bogota ke Jakarta diperkirakan 19.794 kilometer yang membutuhkan waktu sekitar 30 jam. Untuk menempuh perjalanan sejauh itu, pilot dan awak kapal juga harus istirahat di beberapa tempat persingahan. Untuk sewa pesawat menelan biaya Rp 4 miliar.(dbs/spr)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2