Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Walhi
Mengusir Asap Malaysia Dari Indonesia Melalui Proses Hukum Berkeadilan Ekologis
Thursday 20 Feb 2014 19:36:00
 

Ilustrasi. Tampak beberapa kota diselimuti Kabut asap.(Foto: Istimewa)
 
PEKANBARU, Berita HUKUM - Walhi Riau dan Jikalahari taja aksi “Mengusir Asap Malaysia dari Indonesia” di depan pintu gerbang konsulat Malaysia di jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau. Aksi ini mendesak Pemerintah Malaysia meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Riau kurun sepuluh tahun terakhir.

“Presiden SBY meminta maaf tahun lalu bentuk penghinaan bagi lingkungan hidup Indonesia, faktanya perusahaan Malaysialah yang telah membakar lahan di Riau rakyat Riau terkena dampak kabut asap sepanjang tahun 2013 hingga 2014,” kata Riko Kurniawan, Direktur Eksekutif Walhi Riau, Selasa (11/2) lalu.

Fenomena kebakaran lahan dan hutan terjadi tiap tahun di Riau, karena salah satu perusahaan asal Malaysia PT Adei Plantation and Industry membakar lahan untuk perkebunan sawit seluas 540 hektar di Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau tahun 2013 lalu. “Malaysia harus mengusir PT Adei dari Indonesia sebagai bentuk ikut menyelamatkan lingkungan hidup Indonesia,” kata Riko Kurniawan.

Jikalahari memberi apresiasi kepada Polda Riau karena telah menetapkan Danesuvran KR Singam dan PT Adei diwakili Tan Kei Yoong (Direktur) tersangka pembakar lahan di Riau tahun lalu. Sejak Januari 2014, dua terdakwa tersebut sedang diperiksa oleh hakim di PN Pelalawan. Berbarengan dengan aksi hari ini, sidang lanjutan terdakwa PT Adei memasuki sidang keenam dengan agenda lanjutan pemeriksaan saksi. “Ini bukti penegak hukum dan pemerintah Indonesia masih punya keberpihakan pada hutan dan lingkungan hidup,” kata Muslim Rasyid, Koordinator Jikalahari.

Meski PT Adei sedang diperiksa oleh Pengadilan Negeri Pelalawan, Jikalahari dan Walhi Riau mengajak masyarakat Riau ikut memantau proses peradilan tersebut,” tanpa publik terlibat memantau kasus tersebut potensi mafia peradilan terbuka lebar,” kata Muslim.

Sebab, PT Adei tahun 2003 pernah dinyatakan bersalah oleh pengadilan Negeri Bangkinang dan Pengadilan menetapkan manajer mereka Mr Goby dipenjara 4 tahun. Tetapi MR Goby tidak.(wlh/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Walhi
 
  Pengadilan Negeri Medan tidak mempertimbangkan hubungan antara objek sengketa Kementerian LH dan dampak kerusakan dalam Gugatan Intervensi WALHI
  Release WALHI Sulawesi Tengah atas Upaya Kasasi di Mahkamah Agung
  Tanpa Mengoreksi Kebijakan Pembangunan, Pemerataan hanya Jargon
  Tinjauan Lingkungan Hidup WALHI 2015: Menagih Janji, Menuntut Perubahan
  Aktivis Bentangkan Spanduk Raksasa di Kantor Pusat BHP Billiton Meminta Batalkan Tambang Batubara
 
ads1

  Berita Utama
Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden

Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden

• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2