Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    

Masyarakat Diminta Berhati-hati Beri Dukungan Komodo
Saturday 08 Oct 2011 20:37:01
 

Indonesia terus mengupayakan Komodo masuk dalam satu dari tujuh keajaiban dunia (Foto: Newfive.com)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Upaya pemenangan Pulau Komodo dalam ajang finalis New 7 Wonders melalui dukungan pesan singkat (SMS), mendapat perhatian khusus dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Hal ini terkait dengan maraknya kejahatan pencurian pulsa konsumen pengguna ponsel.

Atas dasar ini, YLKI menghimbau masyarakat waspada. Terutama bagi mereka yang ingin memberikan dukungan SMS untuk memenangkan Pulau Komodo. Sebaiknya, mulai dari sekarang Pemerintah menjelaskan soal hal ini, agar masyarakat tidak lagi dirugikan untuk memberikan dukungan pemenangan terhadap pulau tersebut sebagai satu dari tujuh keajaiban dunia.

"Pemerintah harus turun tangan, agar meminta penyedia konten untuk memberi tahu kepada konsumen yang memberikan dukungan, khususnya berapa rupiah yang akan dipotong. Perlu juga dijelaskan bagaimana pembagiannya antara New7Wonders dengan penyedia layanan konten,” kata Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam rilisnya yang diterima Media di Jakarta, Sabtu (8/10).

Selain untuk menghindari kerugian pihak konsumen, menurut dia, agar jangan sampai uang terkumpul tidak disalurkan untuk menjaga kelestarian Komodo "Jangan sampai uang banyak mengalir, tapi nasib Komodo terabaikan dan akhir punah. Hal ini jangan sampai terjadi," tegasnya.

YLKI juga memperingatkan secara keras Content Provider (CP) SMS vote Komodo, agar jangan hanya memikirkan pendapatan dan mengabaikan kondisi lingkungan Pulau komodo. "Semuanya harus dibeberkan secara transparan dan jelas pembagiannya. Maksudnya, jangan hanya mendulang uangnya saja, ketimbang suara untuk memenangkan Pulau Komodo,” imbuh Tulus.

Sebelumnya, sebuah LSM Pendukung Pemenangan Komodo (P2K) giat mengkampanyekan Pulau Komodo menjadi satu dati tujuh keajaiban dunia. Kampanye ini dilakukan lewat Media Internet dalam situs New7Wonders. Dukungan juga bisa dilakukan dengan ketik Komodo dan SMS premium ke 9188, dengan tarif 1000 per sms.

Indonesia hanya memiliki waktu hingga 11 November 2011 nanti untuk meraup dukungan sebanyak mungkin melalui Vote Pulau Komodo. PsK merasa optimis mampu meraih dukungan yang besar, karena populasi penduduk Indonesia adalah yang terbesar keempat di antara 28 finalis New 7 Wonders.

Rendahnya tren dukungan terhadap Pulau Komodo, disebabkan minimnya sosialisasi dan kampanye. Hal ini sangat berbeda dengan dengan beberapa negara finalis lain yang bersaing untuk memenangkan objek unggulannya itu sebagai pemenang dalam ajang New7 Wonders.(inc/biz)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia

Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia

KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2