Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Ambruk
Masa Tanggap Darurat Ambruk Ruko di Samarinda Hingga Selasa 10 Juni
Sunday 08 Jun 2014 19:11:14
 

Masa tanggap darurat ambruk ruko di Samarinda dengan 12 orang tewas hingga Selasa, 10 Juni 2014.(Foto: BH/gaj)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Walau pencarian dan evakuasi korban ambruknya ruko yang terletak di kawasan Perumahan Cendrawasih Permai, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) telah usai, seiring dengan ditemukan total korban 12 orang yang sudah tak bernyawa dan ditemukan dengan keadaan tragis dibawah reruntuhan ruko lantai beton yang berlapis.

Sesuai data BPBN dan sejak, Jumat malam (6/6) semua tim SAR Basarnas dan Relawan ditarik ke Posko masing-masing, namun masa tanggap darurat akibat ambruknya rumah toko (Ruko) tersebut akan berakhir hingga Selasa, 10 Juni 2014. Hal tersebut dikatakan Komandan Kodim 0901 Samarinda Letkol Kav Dody Muhtar Taufik di TKP pada Jumat malam.

"Walaupun seluruh korban tertimbun sudah ditemukan, namun berdasarkan surat keputusan Wali Kota Samarinda, masa tanggap darurat yang berlaku sejak ruko itu ambruk yakni, Senin (3/6) berakhir hingga Selasa (10/6)," ujar Letkol Kav Dody Muhtar.

Komandan Kodim 0901 Samarinda Letkol Kav Dody Muhtar juga mengatakan dengan diitemukannya korban tewas ke-12 yang diduga merupakan korban terakhir membuat proses pencarian korban dihentikan, jelas Letkol Kav Dody M.

"Berdasarkan hasil keputusan rapat bersama baik tim SAR maupun BPBD dan Kepolisian serta berbagai unsur terkait yang terlibat dalam pencarian korban, proses evakuasi sementara dianggap selesai sebab berdasarkan data, sebanyak 84 korban dari ambruknya ruko Cendrawasih Permai itu, dan semuanya sudah ditemukan," terang Letkol Dody.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan, proses selanjutnya yakni pembersihan puing-puing pengamanan baik dari unsur Kepolisian maupun TNI yang selama ini tetap disiagakan, ujar Dody M.

Pantauan BeritaHUKUM.com sejak Sabtu dan Minggu paska pencarian dan evakuasi korban oleh gabungan tim SAR, dari pagi hingga sore menjelang malam masih banyak warga berada di lokasi kejadian melihat dari dekat ambruknya ruko yang menewaskan 12 pekerja buru bangunan tersebut.(bhc/gaj)



 
   Berita Terkait > Ambruk
 
  Atap Bangunan SD Ambruk, 11 Siswa Terluka, 1 Semaput
  Masa Tanggap Darurat Ambruk Ruko di Samarinda Hingga Selasa 10 Juni
  Ruko di Palmerah Utara Ambruk Tertimpa Pohon Tumbang
  Wakil Ketua KPK: Ambruknya Plafon, Sinyal Gedung Baru Segera Dibuat
  Dua Wakil Ketua KPK Pantau Ambruknya Plafon
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2