JAKARTA, Berita HUKUM - Legenda sepak bola asal Argentina, Diego Maradona,akhirnya batal berkunjung ke Medan dan kota lainnya seperti yang sudah di jadwalkan dalam serangkaian kegiatan di Indonesia karena terkait akan kunjungannya ke berbagai kota akan di jadikan dalih sedikitnya dikaitkan dengan urusan politik, Selasa (2/7).
Maradona awalnya dijadwalkan untuk berkunjung ke empat kota, yakni Jakarta, Surabaya, Makassar dan Medan untuk memberikan coaching clinic. Tetapi ia membatalkan acara di Makassar lantaran pria berusia 52 tahun itu mendengar kabar bahwa dirinya dijadikan alat politik. Sementara acara di Medan batal untuk di kunjungi.
"Tetapi ini bukan terakhir saya datang ke Indonesia. Saya mau datang lagi ke sini. Buat semuanya indah. Saya senang di sini, mau ke Bali juga dan tempat lainnya," tutur Maradona.
Akan tetapi kota Surabaya bisa juga menyaksikan aksi Diego Armado Maradona melatih "arek- arek Suraboyo" akhirnya terpenuhi.Maradona tiba di Tugu Pahlawan pada pukul 12:15 Wib.
Walaupun Coaching Clinic Maradona di Surabaya hanya sekitaran 40 Menitan.
Coaching Clinic Maradona di Surabaya 40 Menit.
Begitu masuk lapangan Tugu Pahlawan, ratusan peserta coaching clinic dan warga Surabaya yang ingin melihat aksi Maradona menyambutnya secara antusias.Mereka berebut untuk mengambil foto dengan telepon genggam dan kamera masing-masing.
Maradona langsung turun ke lapangan dan menyapa peserta coaching clinic.
"Kalian main bola harus cepat, gerakannya harus pintar. Mata lihat ke kanan, tapi gerakan bola ke kiri. Keputusan cepat, pakai otak dalam bermain," kata Maradona di depan peserta coaching clinic, dan hari ini juga Legenda sepak bola asal Argentina,
Diego Maradona ini pulang ke negaranya Argentina. melalui Bandara Soekarno Hatta, sembari merasa kesal karena kunjungannya dikait-kaitkan dengan urusan politik.(dbs/bhc/bar) |