Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Menko Polhukam
Luhut Panjaitan Terharu Saat Mengenang Peristiwa Dili 40 Tahun Lalu
Tuesday 08 Dec 2015 06:49:26
 

Menko Polhukam Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan menghadiri acara Peringatan 40 Tahun Penerjunan di Kota Dili 7 Desember 1975 di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (7/12).(Foto:BH/yun)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan, tampak terharu ketika menyampaikan pidato mengenai peristiwa penyerbuan ke Dili pada Desember 1975 lalu. Bahkan, Jenderal (Purn) Luhut B Panjaitan sempat terdiam selama hampir dua menit dan sempat menitikkan air mata, saat mengenang peristiwa itu. Kala waktu itu, ia menjabat sebagai Komandan Kompi A, dan bercerita bahwa selama enam jam berada di dalam pesawat, para prajurit harus menahan jika ingin buang air.

"Saya mungkin agak terharu, karena saya pikir, saya bisa begini karena prajurit-prajurit kita yang sudah pergi," kata Luhut.

"Kami di pesawat terbang hampir enam jam. Mungkin maaf banyak yang buang air kecil di celana, buang air besar di celana," kenang Luhut dalam peringatan 40 tahun penerjunan di Kota Dili oleh Satgas Nanggala V Kopassandha di Gedung Chandraca, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (7/12).

Terlebih barang bawaan para prajurit saat itu, ransel seberat 35 kilogram yang berisi perlengkapan persediaan operasi serta persenjataan. Namun, saat mereka hendak melompat terjun, kelompok separatis lantas mengarahkan tembakan ke pesawat.

"Gagah berani, tapi tidak terencana dengan baik. Ada tembakan, pesawat belok. Ada (prajurit) masuk di laut. Ini suatu momen yang benar-benar membuat kita teringat semua bagaimana operasi dilakukan," sambungnya.

Luhut juga masih memiliki kenangan dengan mantan Wakil Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara Jenderal (Purn) Leonardus Benjamin Moerdani terkait perintahnya. Saat itu, Benny menyerahkan dan mempercayakan operasi tersebut kepada detasemen yang diisi Luhut untuk merebut Kota Dili.

Ia pun berpesan kepada prajurit Kopassus yang masih bertugas, untuk menjaga nama derajat dan kehormatan pasukan baret merah. "Saya sebagai Menko polhukam tidak akan pernah mencederai janji sebagai prajurit komando,"‎ ungkap Luhut.(bh/yun)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2