JAKARTA, Berita HUKUM - Firmansyah and Kurniaagung Law Firm menggelar Jumpa Pers guna membela dan memulihkan hak Loreen Neville selaku Kliennya, dimana Loreen Neville sebagai Professional Private Investigators akan menuntut Yeane Sailan dan pihak terkait lainnya.
"Ibu Loreen adalah seorang Private Investigators dari dipercaya Denis Anthony Michael Keet, ayah kandung dari Luke Xavier Keet. Dengan fakta maupun bukti yang telah ada, Ibu Loreen menjadi korban kriminalisasi dari Yeane Sailan dan pihak Kepolisian Polda Metro Jaya," kata Aldi Firmansyah SH dari Firmansyah and Kurniaagung Law Firm kepada Wartawan di Hotel Gran Melia Jakarta, Kamis (3/10).
Seperti penjelasan Loreen, bahwa pada tanggal 23 Oktober 2012 Dia hadir dengan surat panggilan LP/3465/X/2012/PMJ, sebagai tersangka. Pada hendak di buatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Loreen merasa aneh dan bertanya.
"Jadi sebelum saya duduk untuk BAP, saya langsung dikabarkan bahwa saya akan ditahan oleh penyidik pembantu, Bripka Fitrianto M. Ali. Saya tanya dasarnya apa? Penyidik Fitrianto atas dasar perintah. Anehnya di BAP pelapor Yeane Sailan, penyidik tidak menanyakan sama sekali apakah benar Yeane ada hubungan pacaran dengan Darwin Leo, penyidik juga tidak menanyakan sama sekali apakah benar Yeane selalu ke cafe-cafe, diskotik dan lain-lain," kata Loreen merasa sangat janggal dengan hal ini.
Seperti diketahui bahwa Loreen menjadi target, karena awalnya pada tanggal 4 Oktober 2012, Denis Keet dan anaknya Luke Keet secara paksa dan illegal ditangkap di rumah Denis di Lebak Bulus, sekitar jam 2 dini hari oleh 14 oknum polisi dari unit 3 Resmob.
"Ketika itu juga saya segera ke Lebak Bulus, 14 oknum polisi menangkap paksa Denis. Pada saat itu juga ada Yeane Sailan. Dan beruntungnya mereka gagal memisahkan Luke dan Denis. Saya berusaha membantu Denis dan Luke yang ditahan selama 19 jam. Denis juga diancam dengan setrum. Kemudian muncul laporan yang dibuat oleh Yeane di Resmob, menggunakan pasal 242, keterangan palsu di bawah sumpah," terang Loreen Neville kepada Wartawan.
Dijelaskan Loreen bahwa setelah BAP kedua, Loreen ditahan selama 60 hari di Polda Metro Jaya sesuai perintah Ajun Komisaris Herry Heryawan dan AKP Jerry Raimond. "Herry Heryawan dan Jerry Raimond bukan polisi yang baik, asal main tangkap orang tanpa melidik kasus sebetul-betulnya," keluh Loreen.
Terkait Yeane Sailan yang menurut anaknya sendiri adalah seorang ibu yang bejat dan pembohong, Loreen sendiri memiliki bukti, pernah menemukan happy five (ekstasi) di brangkas Yeane, serta banyak bukti kuat lainnya yang oleh pihak kepolisian seakan tidak digubris.
"Saya pun sudah melaporkan hal ini Propam dan tentu saya menuntut Yeane, jelas saya tidak terima ditahan selama 60 hari oleh Polda Metro, tidak ada damai," tegas Loreen yang pernah didakwa memberikan keterangan palsu di atas sumpah.
Adapun Sarah Neville, anak kandung Loreen merasa sangat sedih dengan kejadian yang menimpa ibunya tersebut. Bahkan Sarah mengaku pasca peristiwa itu dirinya merasa dan sadar telah diikuti, hal ini didukung bukti yang kuat dan Sarah merasa tidak nyaman.
"Waktu berjalan bersama kawan-kawan saya pernah diikuti, sekitar Oktober 2012, juga saat ke rumah kawan diikuti ditanya-tanya. Waktu ibu ditahan saya merasa sedih dan aneh kok sampai ditahan," kata mahasiswi Atma Jaya ini kepada BeritaHUKUM.com ketika hadir mendampingi Ibunya.
PENGAKUAN LUKE XAVIER KEET
Berdasarkan fakta-fakta yang telah dikumpulkan Kuasa Hukum dari Ibu Loreen Neville yang telah menjadi korban kriminalisasi dari Yeane Sailan dan oknum di Polda Metro Jaya, maka Firmansyah and Kurniaagung Law Firm akan segera menempuh upaya-upaya hukum dalam rangka memenuhi hak Kliennya.
"Tentu kami selaku Kuasa Hukum dari Ibu Loreen, akan menuntut Yeane Sailan dan pihak lainnya. Dari bukti-bukti yang kami dapatkan, jelas klien kami menderita kerugian," ujar Aldi.
Selain itu Didi Daryadi selaku Translator - Interpreter yang diundang hadir guna berbicara langsung melalui via telepon dengan Luke Xavier Keet menerjemahkan dengan jelas, ternyata Luke memang tidak menyukai prilaku ibunya yang bejat. Berikut perkataan langsung Luke yang diterjemahkan Didi Daryadi:
"Ibu saya tak pernah peduli dengan saya, pagi hari ibu sudah bau alkohol. Saya sering dikatakan bodoh oleh saya," kata Luke.
"Ibu saya tak pernah bawa saya ke dokter untuk berobat, saat cacar air ibu malah keluar, bapaklah yang peduli dan mengantarkan saya ke dokter, bapak yang merawat saya," tutur Luke.
"Ibu saya seorang pembohong, foto-foto mesra dengan saya di beberapa media itu adalah bohong, itu adalah akting. Saya juga sering dipukul oleh ibu saya," ucap Luke dari tempat tinggalnya yang dirahasiakan.
"Kami tak bisa menyebutkan di mana Luke tinggal sekarang, atau di kota mana Luke berada, ini demi kemanan," kata Martin P. Nagel dari Firmansyah and Kurniaagung Law Firm, kepada BeritaHUKUM.com usai jumpa pers.(bhc/mdb) |