TASIKMALAYA, Berita HUKUM - Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat sore (4/4) sekitar pukul 16.00 Wib telah menyebabkan jalur kereta api longsor, sehingga kereta api (KA) Malabar jurusan Bandung – Malang yang sedang melalui di jalur tersebut anjlok.
Anjloknya KA 86 Malabar terjadi di Kampung Terung RT 5 RW 9 Desa Mekarsari, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat sekitar pukul 18.30 Wib. Daerah tersebut merupakan daerah yang rawan longsor.
Berdasarkan laporan awal dari BPBD Kabupaten Tasikmalaya, dari 8 (13) gerbong kereta 3 gerbong anjlok sedangkan 5 (10) gerbong masih di jalur rel kereta. 5 orang penumpang dilaporkan meninggal dunia, dimana 3 orang korban meninggal sudah dievakuasi dan 2 orang korban meninggal masih dalam proses evakuasi yang tergencet gerbong.
Upaya evakuasi masih dilakukan petugas. Tim gabungan PT. KAI, TNI, Polri, BPBD Tasikmalaya, Basarnas, PMI, Tagana, dan masyarakat masih melakukan upaya penanganan. Rangkaian KA Malabar yg masih dapat dioperasikan, dibawa kembali ke Bandung.
Lokasi kejadian cukup jauh dari permukiman. Jumlah penumpang sekitar 250 orang. Para penumpang terpaksa dialihkan menggunakan kendaraan bus untuk jurusan Bandung, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sementara pada akun twitter Kereta Api Indonesia @KAI121 memberikan update statusnya:
"mohon maaf, untuk KA semua lintas mengalami keterlambatan perjalanan, imbas longsor yg terjadi. Trims."
"Dampak longsor di jalur Selatan, penumpang KA #Pasundan di Tasikmalaya, dialihkan dengan menggunakan bus menuju Bandung"
"Rangkaian KA #Malabar yg masih dapat dioperasikan, dibawa kembali ke Bandung. Korban meninggal: 4 orang #KAIupdate #PrayForMalabar"
"Penumpang KA #Malabar yg kembali ke Bandung, diberikan "service recovery" diinapkan di hotel, untuk selanjutnya diberangkatkan besok pagi"
"Penumpang #Kahuripan tujuan Banjar & Tasikmalaya, diberangkatkan menggunakan bus. Selanjutnya melanjutkan perjalanan dari Kroya via Cirebon".(bnpb/kai/bhc/sya) |