Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Narkoba
Lawan Petugas, Dua Bandar Narkoba di Medan Tewas Ditembak
Thursday 25 Apr 2013 14:12:10
 

Petugas Direktorat Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Poldasu mengunjungi jenazah yang tewas tertembak saat penggerebekkan sindikat jaringan antar provinsi di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, Selasa (23/4) malam.(Foto: andalas/hs poetra)
 
MEDAN, Berita HUKUM - Dua orang tewas ditembak saat penggrebekan bandar narkoba oleh Tim Bareskrim Mabes Polri di kamar 1.218 salah satu hotel berbintang di Medan Perumahan Bukit Hijau Regency No 66, Kecamatan Medan Selayang, Selasa (23/4) sore.

Dalam penggerebekan itu dua bandar narkoba tewas ditembak dan dua kilogram shabu-shabu dan 10.000 butir pil ekstasi diamankan.

Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Toga H Panjaitan kepada wartawan, Selasa malam mengatakan, dua tersangka yang ditembak itu karena berusaha melawan petugas saat hendak ditangkap.

"Sebenarnya ini Ditnarkoba Mabes Polri yang menggerebek. Tapi, dua yang diduga sebagai tersangka itu ditembak karena berusaha melawan dengan pisau sangkur saat hendak ditangkap," katanya.

Kedua tersangka yang tewas ditembak tersebut berinisial RPK (26), warga Kampung Karang Berombak, Medan dan K (26) yang berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Medan. K juga merupakan warga Medan Helvetia, sedangkan rekannya berinisial D, 26, warga Malang berhasil diamankan petugas.

Toga menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap D, yang berhasil diamankan dalam kondisi hidup tersebut. "Sebenarnya saya tidak berani memberikan komentar. Besok saja langsung dipaparkan Pak Kapolda dan Pak Direktur Penindakan Narkotika Mabes Polri," jelasnya.

Menurutnya, para pelaku tersebut merupakan sindikat dan bandar besar shabu-shabu antar provinsi.

"Mereka ini sindikat antar provinsi. Dan shabu-shabu yang diamankan itu berasal dari Malaysia," ujarnya.

Ucok (28), salah seorang teman dekat K kepada wartawan mengaku sangat terkejut mendengar adanya informasi temannya tewas ditembak Polisi karena terlibat dalam penjualan narkoba. "Kalang kabut aku, bingung dan heran kok temanku terlibat dalam penjualan narkoba," katanya.

Sementara itu dari informasi yang dihimpun, petugas mengamankan barang bukti 2 kg shabu-shabu dari K saat berada di salah satu hotel berbintang. Dari hasil pengembangan, petugas kemudian menggerebek Rumah nomor 66 di Perumahan Bukit Hijau Regency, Kecamatan Medan Selayang dan berhasil menemukan 10.000 butir pil ekstasi.

Pantauan dilapangan, hingga pukul 22:00 WIB selain Ucok sejumlah kerabat terduga tersangka menagis histeris di Rumah Sakit Brimob Jalan Wahid Hasym Medan. Bahkan kekasih K nyaris pingsan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah sakit tersebut.

Sementara itu Kabid Humas Poldasu Kombes Raden Heru Prakoso yang dikonfirmasi wartawan seputar penyergapan tersangka narkoba jaringan internasional yang dtewas ditembak, mengaku belum bisa merincikan secara detail.

Namun memang diakuinya ada pengrebekan tersangka narkoba di Medan yang langsung dilakukan Direktorat IV Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri.

‘’Memang ada (pengrebekan tersangka narkoba), langsung dari Mabes Polri. Tapi nanti segera dipaparkan (dijelaskan),’’ kata Heru, seperti dikutip dari harianandalas.com.

Selain itu, dua tersangka bandar narkoba yang tewas tersebut, ternyata sudah diincar sejak dua bulan lalu. Keduanya merupakan jaringan narkoba internasional.(hac/bhc/opn)




 
   Berita Terkait > Narkoba
 
  Nasib akhir AKP Deky Jonatan bekingi bandar narkoba besar demi naik jabatan, dipecat dari polisi
  BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan
  2 Pekan Tim Hyena Polresta Samarinda Menangkap 10 Tersangka dengan 2,5 Kg Sabu
  Nelayan Batam Minta Ganti Rugi Sebesar Rp 686,7 Miliar kepada Pemilik dan Nahkoda Kapal MT Arman 114 atas Perkara Pencemaran Laut
  5 Oknum Anggota Polri Ditangkap di Depok, Diduga Konsumsi Sabu
 
ads1

  Berita Utama
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2