Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Longsor
Lahar Dingin dan Longsor Landa Magelang, Wonosobo dan Temanggung
Wednesday 26 Dec 2012 12:13:52
 

Ilustrasi, banjir lahar dingin yang melanda rumah warga.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hujan deras yang terjadi hampir merata di beberapa wilayah di Jawa Tengah pada Selasa (25/12), terutama yang turun kawasan Puncak Merapi pada pukul 12:25-15:05 WIB menyebabkan banjir lahar dingin di Kali Putih, Kali Pabelan, Kali Krasak dan Kali Lamat di Kabupaten Magelang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, lahar dingin masih dapat tertahan oleh cekdam dan sabo. “Semua warga sudah diamankan oleh BPBD bersama relawan sehingga tidak ada korban,” kata Sutopo di Jakarta, Rabu (26/12).

Namun demikian, menurut Sutopo, ancaman lahar dingin berikutnya perlu diwaspadai karena kondisi cekdam sudah penuh pasir dan alur sungai mengalami pendangkalan. “Material lahar dingin di puncak Merapi masih ada 77 juta meter kubik,” ujarnya.

Hujan pada Selasa (25/12) juga menyebabkan tanah amblas hingga 1,5 meter di Desa Garung Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo yang mengancam permukiman 87 KK (300 jiwa).

“40 KK diungsikan di rumah kerabatnya dan BPBD masih melakukan pendataan,” jelas Sutopo.

Ditambahkan Sutopo, pada hari Senin (24/12) sebelumnya pukul 20:00 WIB, terjadi bencana tanah longsor di Dusun Winong RT 6 RW 10 Desa Karangwuni, Kecamatan Pringsura, Kabupaten Temanggung.

Kerusakan mengakibatkan talud rusak dan satu rumah milik Sutaryo rusak berat. Sedangkan di Desa Plosogading Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung pukul 15:00 WIB longsor menyebabkan tanaman jagung seluas 3 hektar rusak.

Sutopo menghimbau kepada masyarakat sekitarnya untuk terus waspada, seiring dengan meningkatnya curah hujan. Wilayah perbukitan dan pegunungan di Jawa Tengah bagian tengah dan selatan rawan longsor.

Kenali tanda-tanda awal longsor seperti di perbukitan atau tebing adanya rekahan, mata air menjadi keruh dan hujan yang deras. Demikian juga masyarakat yang tinggal di dataran banjir perlu mengamati perilaku debit sungai. Patuhi peringatan dan himbauan dari aparat setempat dan informasi lain. Bencana datang ketika kita tidak siap, kata Sutopo mengingatkan.(rm/ipb/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Longsor
 
  Desa Wangunjaya Kabupaten Bogor Longsor, Ribuan Nyawa Terancam Banjir Bandang
  Akibat Galian Tambang PT ABN Jalan Sanga Sanga Muara Jawa Putus, 5 Rumah Amblas
  Longsor di 3 Titik, Jalan Menuju Kecamatan Kinal Kaur Lumpuh
  Penandatanganan Kerjasama Pemasangan Sistem Peringatan Dini Bencana Longsor di 19 Daerah Resiko Tinggi
  5 Alat Berat Dikerahkan, Korban Longsor Brebes 11 Tewas dan 7 Hilang
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2