Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
LMND
LMND: Pukul Mundur Kekuatan Asing di Indonesia
Thursday 29 Oct 2015 07:56:52
 

Tampak suasanan aksi nyalakan Lilin demi memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober oleh sekelompok muda mudi di jalan Deponegoro, Jakarta, tepatnya di depan LBH pada, Rabu, malam (28/10).(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Telah berlangsung aksi nyalakan Lilin demi memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober oleh sekelompok muda mudi di jalan Deponegoro, Jakarta, tepatnya di depan LBH pada, Rabu, malam (28/10) pukul 19.00 Wib. Dimana, makna ini sebagai momentum persatuan dan kesatuan peletakan pondasi bagi bangsa Indonesia, tepatnya 87 tahun silam.

"Momentum Sumpah Pemuda juga kami maknai sebagai wujud untuk melanjutkan Perlawanan pemuda masa lalu yaitu memukul mundur kekuatan asing di Indonesia," ujar Jami Kuna, selaku Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) saat orasi di depan LBH, tepi jalan Dipongoro, Jakarta Pusat, Rabu (28/10).

Para mahasiswa yang tergabung dalam LMND ini mengkritisi perihal Kebijakan negara yang tergantung pada kekuatan modal asing, serta membuat rakyat tertipu dan terabaikan kembali.

Terlebih lagi persoalan yang dihadapi para kaum buruh dewasa ini merasa terabaikan pula. "Kebijakan PP Pengupahan, Revisi UU KPK, Penutupan 243 kampus, dll semuanya adalah wujud penghianatan terhadap rakyat. Atas dasar itulah malam ini sebagai refleksi Sumpah Pemuda yang ke 87 thn, LMND menggelar aksi bakar lilin," ujarnya lagi.

Kemudian merekapun menanyakan selepas sudah 17 tahun reformasi berjalan, namun harapan untuk rakyat berdaulat, mandiri dan berkepribadian masih sangat jauh dari harapan.

"17 tahun justru membuka peluang kekuatan asing untuk mengatur bagaimana dan kemana Negara kita berlayar," ungkapnya, bertanya-tanya dan khawatir.

Komitmen-komitmen aksi turun kejalan yang telah kembali diteriakan dan diapresiasikan lewat unjukrasa semata-mata untuk persatuan demi kepentingan nasional. Khususnya, "Perlawanan atas sistem yang liberal dan rezim yang anti rakyat terus kami dilakukan, sebab dengan begitu rakyat akan bebas," tegasnya.

"Kebijakan negara, nyaris tergantung pada kekuatan modal asing dan kepentingan partai berkuasa. Sehingga sistem yang lahir dari reformasi pun tidak ada hasil yang memuaskan bagi rakyat. Pada 28 Oktober kali ini, Kita mahasiswa dan rakyat harus bersatu untuk mengibarkan kembali bendera perlawanan demi Indonesia yang lebih baik," ungkapnya.

"Usut tuntas kasus BLBI, Tolak isi RPP pengupahan, Nasionalisasi aset asing, wujudkan Pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis," tandasnya menjelaskan.(bh/mnd)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2