JAKARTA, Berita HUKUM - Indonesia Scout Challenge (ISC) 2015-2016 merupakan kegiatan aktivitas berkemah sekaligus kompetisi yang seru bagi penggalang Ramu yang duduk di kelas 4 dan 5 SD atau sederajat, berusia maksimal 12 tahun. Diadakan mulai dari tingkat kota atau kabupaten, provinsi hingga nasional, dimana pemenangnya berhak untuk terbang jalan-jalan ke Amerika Serikat.
Kehadiran giat Indonesia Scout Challenge (ISC) ini menjadi salah satu bukti nyata gerakan inovasi tersebut. Inovasi Gerakan Pramuka Kwartir Nasional terkait gerakan Pramuka yang kian berinovasi dalam proses tranformasi gerakan Pramuka.
ISC 2015-2016 digulirkan pada tujuh (7) provinsi yakni Banten, Jabar, DKI Jakarta, DI Jogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Ajang ini terselenggara berkat kerjasama Kwarnas Gerakan Pramuka dan Jawa Pos group.
Turut hadir pula di acara jumpa pers saat Launcing Indonesia Scouts Challenge 2015 - 2016 yakni, CJR, Saifullah Yusuf (KaKwarda Jatim) Adyaksa Dault (Ketua Kwarnas) Azrul Ananda (Dirut Jawa Pos Koran) dan Marbawi (Waka Bidang Perencanaan Kwarnas) di Gedung Kwartir Nasional Pramuka di Jakarta pada, Kamis (3/9).
"Ini merupakan salah satu bukti bahwa, Kwartir Nasional terus berinovasi, Indonesia Scout Challenge (ISC) merupakan bukti nyata inovasi ini agar selalu relevan dengan zaman. Saya mengapresiasi dan jangan berhenti hanya di jawa saja," ujar Adhyaksa Dault yang menjabat Ketua Kartir Nasional (Kwarnas) Pramuka, saat jumpa pers di Gedung Kwarnas Pramuka di Gambir, Jakarta Pusat pada, Kamis (3/9).
“Pramuka harus kembali jaya. Sampai para orang tua berpandangan, mantu terbaik itu adalah kader pramuka,” kata mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu antusias, yang disambut tawa para undangan. Intinya guna menyambut gelaran ISC 2015-2016 even yang diiniasi dari East Java Scouts Challenge (EJSC) 2015 itu bisa menjadi re-branding gerakan pramuka.
Kompetisi Kepramukaan ini akan hadir dengan konsep lebih fun, keren, gembira, dan asyik. Sebelumnya memenangkan tiket ke AS, dimana para peserta melalui sistem seleksi yang cukup ketat. Para peserta harus menjadi yang terbaik pada regional championship di kota atau kabupaten masing-masing.
Selanjutnya para peserta akan melaju ke tingkat provinsi dan para juara regional bersaing di provinsi championship dengan pemenang dari regional lain. Para pemenang provinsi Championship pada tahap puncak akan bertarung di national championship dan untuk dipilih satu regu putra dan putri terbaik, untuk merebut hadiah jalan-jalan ke AS.
Azrul Ananda Direktur Utama Jawa Pos Koran yakin ISC akan membawa kembali ke masa jayanya yang meriah melalui kemasan menyenangkan dan menghibur. "Pramuka itu potensinya luar biasa, sebab di Pramuka anak-anak bisa langsung diajarkan ketrampilan, ketangkasan, kerjasama dan pembentukan karakter yang mungkin tak cukup didapatkan dari sekolah saja," jelas Azrul Ananda penuh keyakinan.
Even EJSC 2015 diikuti 200 ribu siswa, jika dihitung dengan keterlibatan orangtua, maka kegiatan ini bisa mencapai sekitar 600 ribu orang. "Hasil penelitian dari Pemprov Jawa Timur, terjadi economic impact dari kegiatan EJSC 2015,’’ katanya, yang juga dalam kegiatan ini turut menghidupkan Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah-daerah.
Dengan ISC 2015-2016 ini diharapkan gerakan pramuka di sekolah-sekolah mulai tumbuh lagi, hingga para siswa bisa kembali merasakan sesuatu yang kemungkinan tidak diajarkan di sekolah.
Bahkan Boyband remaja paling digemari di indonesia, CJR (dulu Coboy Junior) turut mendukung penuh pelaksanaan ISC 2015-2016. Menurut mereka, Pramuka memang menjadi kegiatan paling menarik untuk dijalani saat duduk di bangku sekolah, apalagi berbagai kegiatan menyenangkan dan belajar mandiri sangat berguna bagi kehidupan.
Sementara itu Iqbaal, Aldi, dan Kiki yang turut hadir saat jumpa pers mengaku antusias juga dengan digelarnya ISC dan dukungan penuh juga mereka berikan guna meramaikan kegiatan tersebut. "Menurutku gerakan Pramuka adalah Organisasi pendidikan non formal yang wajib diikuit oleh putra putri Indonesia, karena dengan mengikuti kegiatan pramuka terbentuklah akhlak, dan budi pekerti luhur di setiap orang yang mengikuti Pramuka," ungkap Kiki, CJR, menambahkan dukungan agar remaja Indonesia lebih aktif di kegiatan Pramuka.
ISC bisa menjadi titik tolah transformasi gerakan Pramuka Indonesia, seperti halnya program revitalisasi Pramuka yang digaungkan oleh kwarnas ; ISC hadir sebagai bentuk nyata yang dikemas lebih aktif dan kreatif.(bh/mnd)
|