GORONTALO, Berita HUKUM - Menurut Wakil Gubernur Gorontalo, Dr. Drs, Idris Rahim, MM, krisis darah Gorontalo bisa teratasi jika semua pihak turut menggalakkan aksi donor darah secara rutin. Menurutnya, aksi donor darah tidak bisa dilakukan secara parsial, tapi butuh perhatian dan dukungan semua pihak.
“Gorontalo butuh 800 kantong darah setiap bulannya. Di sisi lain, pendonor aktif kita hanya 150-200 orang, itu pun jika kondisi mereka benar benar fit dan memungkinkan mendonor setiap bulan,” tutur Idris pada acara aksi donor darah yang digelar RRI Gorontalo Radio, Rabu (4/9).
Idris yang juga Ketua Persatuan Donor Darah Indonesia (PDDI) Gorontalo ini sangat mengapresiasi langkah dari RRI yang telah menginisiasi aksi menyumbang darah. Diakuinya, selama ini aksi donor darah lebih banyak diinisasi oleh pemerintah bekerjasama dengan PDDI dan PMI.
Dikatakannya, kebutuhan darah di Gorontalo didominasi oleh korban kecelakaan kendaraan bermotor, pasien cuci darah dan ibu melahirkan. Kebutuhan tersebut sulit tertangani secara cepat disebabkan kosongnya stok darah di UTD dan PMI Gorontalo.
“Donor darah ini sangat penting untuk kemanusiaan. Setetes darah kita sangat membantu bahkan bisa menyelamatkan kehidupan orang lain. Kami berharap aksi donor makin marak di masyarakat dengan partisipasi aktif pihak swasta,” imbuhnya.(bhc/shs) |