Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
    
Virus Zika
Komisi IX Minta Virus Zika Perlu Perhatian Khusus
2016-02-07 12:51:46
 

Wakil Ketua Komisi IX DPR Ermalena dan rombongan saat kunjungan spesifik ke Rumah Sakit Siloam dan RSUD Tangerang.(Foto: jayadi/parle/hr)
 
TANGERANG, Berita HUKUM - Wakil Ketua Komisi IX DPR Ermalena menyatakan turut prihatin dengan menyebarnya virus Zika, apalagi WHO menyebut virus tersebut sebagai ancaman global. Di kawasan Asia pun kini dalam status waspada meski kasus virus ini belum ditemukan. Virus yang berasal dari nyamuk ini sangat berbahaya bagi ibu yang sedang mengandung karena anaknya akan mengalami kelainan otak atau cacat.

Hal itu dikatakannya saat kunjungan spesifik ke Rumah Sakit Siloam dan RSUD Tangerang, Kamis (4/2) lalu meninjau pasien DBD pengguna BPJS dan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Berdasarkan informasi, saat ini Virus Zika telah menyerang puluhan ribu orang 23 negara di Amerika dan Karibia. Virus ini pertama kali ditemukan di hutan Zika, Uganda, pada 1947. Hutan seluas 12 hektar itu memang dilindungi untuk penelitian ilmiah.

Ermalena mengatakan, kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus, karena Virus ini merupakan masalah yang serius. Karena itu Komisi IX berharap apa yang sudah dilakukan Kementerian Kesehatan lebih digencarkan lagi. Juga perlu melibatkan seluruh komponen masyarakat agar terproteksi lebih baik. "Upaya preventif atau mengcegah lebih baik dari pada terlanjur menjadi wabah," ungkap politisi PPP dari Dapil NTB.

Hal senada pun disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Amelia Anggraini yang mengatakan bahwa pemerintah harus melakukan pencegahan penyebaranya, dan melakukan survey untuk mengetahui sejauh mana berkembangnya Virus Zika di Indonesia.

"Dengan demikian kita dapat memetakan dan membatasi perkembangan virus tersebut karena medianya sama dengan nyamuk Aedes Aegepti nyamuk yang membawa wabah DBD dan juga berpontensi menyebarkan Virus Zika 'tambah politisi Partai Nasdem.

Kedua anggota Dewan ini mengharapkan ada cara tradisional mengatasi penyebaran virus Zika sebagaimana nyamuk DBD, dengan membersihkan tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk dan serangga yang diduga penyebar virus. Tidak boleh ada genangan air di pot bunga, kaleng bekas, serta menguras bak penampung air. "Kita mengenalnya dengan istilah 3M, yakni menguras, menutup, dan menguburkannya," tambahnya.(dpr/rnm,mp/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Virus Zika
 
  Komisi IX Minta Virus Zika Perlu Perhatian Khusus
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2