Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus PNG
Khawatir Sakit Anaknya Tambah Parah, Ibunda Dendy Kunjungi Rutan Guntur
Monday 07 Jan 2013 14:21:43
 

Dendy Prasetya (DP), saat keluar dari Gedung KPK seusai diperiksa.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Elzarita, Ibu dari tersangka kasus dugaan korupsi proyek sarana dan prasarana IT Tsanawiyah dan kitab suci Alquran, Dendy Prasetya mengaku tak menyangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menahan anaknya itu. Sebab kata Elza anaknya masih dalam keadaan sakit. Ia khawatir retak tulang kaki anaknya akan tambah parah, sebab saat ditahan KPK, Jumat (4/1) kaki anaknya menggunakan sembilan pen akibat kecelakaan beberapa waktu lalu.

Elza adalah orang yang mempunyai duka mendalam dalam mingu-minggu ini. Sebab, selain anaknya, sang suami, Zulkarnain Djabbar saat ini juga berada dalam jeruji besi tahanan KPK di Guntur. Tapi, katanya, mau tidak mau ia harus mengikhlaskan suami dan anaknya ditahan KPK dalam perkara yang sama. "Namanya anak lagi kurang sehat ya. Pengennya kalau sudah sehat (tidak apa ditahan). Tapi ngak apa-apa. Harus dijalani semua," katanya kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Senin (7/1).

Pernyataan Elzarita ini disampaikan setelah ia menjenguk Dendy dan suaminya, Zulkarnaen (tersangka kasus yang sama) di Rutan Guntur milik Polisi Militer Daerah Militer Jakarta Raya yang terletak di Setia Budi, Jakarta Selatan.

Elzarita tiba di gedung KPK sekitar pukul 09:15 WIB sebelum ia bertolak ke Rutan Guntur. Sekitar 35 menit kemudian, ia pun kembali ke gedung lembaga antikorupsi ini bersama empat penasehat hukumnya.

Kepada wartawan, Elzarita mengatakan ia meminta do'a dan dukungannya agar kasus yang membelit keluarganya ini segera selesai. Namun saat ditanya apakah dirinya mengetahui aliran dana proyek tersebut, Elzarita mengklaim tidak tahu menahu. "Saya kurang tahu. Bukan kapasitas saya, tidak disitu. Kami (urusannya) beda-beda ya, Dendy beda dan Bapak (Zulkarnaen) beda," simpulnya.

Ia hanya meminta kemurahan hati KPK agar KPK untuk mengizinkan anaknya diperiksa di dokter spesialis. Meski peluang ini kecil, ia pun meminta untuk bisa membawakan obat-obatan untuk kesembuhan putranya. "Alhamdulillah semua sudah siap. Sudah disiapkan," ucap perempuan yang mengenakan kerudung ungu, baju hitam dan berkacamata ini.

Pada kasus ini, KPK menetapkan Dendy Prasetya sebagai tersangka bersama Zulkarnaen Djabar. Ayah dan anak itu diduga menerima suap terkait pembahasan anggaran proyek pengadaan Al-quran di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan proyek pengadaan laboratorium komputer di Madrasah Tsanawiyah pada Kementerian Agama. (bhc/din)



 
   Berita Terkait > Kasus PNG
 
  KPK Akan Periksa Priyo Budi Santoso
  Khawatir Sakit Anaknya Tambah Parah, Ibunda Dendy Kunjungi Rutan Guntur
  Darmono: Kepolisian di Sana Siap Melakukan Deportasi
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2