Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Prano
Ketua Tim Prona Probolinggo Ditetapkan Tersangka
Tuesday 04 Sep 2012 17:34:41
 

Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo (Foto: Ist)
 
PROBOLINGGO, Berita HUKUM - Setelah sempat dua kali tertunda, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo pun memeriksa Suhardiono, pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat sebagai tersangka pada, Senin (3/9) kemarin.

Suhardiono yang pada 2008 lalu menjadi Ketua Tim Prona, diperiksa oleh Penyidik (jaksa) Sukmana SH menanyakan, mulai identitas hingga keterlibatan Suhardiono dalam dugaan kasus korupsi pada Proyek Operasi Nasional Pertanahan (Prona) tahun 2008.

Sejak awal, kejaksaan menelusuri aliran dana yang diduga dari hasil pungutan liar (pungli) pada Prona di 7 kelurahan di Kota Probolinggo. ”Pungutan per bidang tanah cukup besar, antara Rp 300 - 400 ribu”, ujar Kasi Intel Kejari, Kusuma, beberapa waktu lalu.

Kusuma yang saat itu didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Soegeng Prakoso menambahkan, pada 2008 silam, BPN merilis Prona di tiga kecamatan di Kota Probolinggo (sebelum ada pemekaran menjadi lima kecamatan). Saat itu, Kota Probolinggo mendapatkan jatah 740 bidang tanah di tujuh kelurahan untuk disertifikasi masal.

Ke - 7 kelurahan itu, Pilang, Curahgrinting, Triwung Lor, Jrebeng Wetan, Jrebeng Kulon, Jrebeng Lor, dan Kebonsari Wetan. Setiap kelurahan mendapatkan jatah tidak sama, berkisar antara 50 - 200 bidang tanah.

Untuk menyelidiki dugaan korupsi, kejaksaan telah memintai keterangan mantan - mantan lurah, staf kelurahan, hingga petugas Prona dari BPN. Karena Prona merupakan program pusat, Kusuma mengatakan, ada tim khusus yang menjalankan yakni, tim Prona. Tim tersebut tidak lagi di bawah kendali langsung Kepala BPN Kota Probolinggo.

Kasus ini mencuat setelah Kejari menerima sejumlah pengaduan dari masyarakat soal biaya sertifikasi tanah melalui Prona tahun 2008 silam. Kejaksaan kemudian melakukan klarifikasi data melalui masyarakat, pihak kelurahan, hingga BPN.

”Sudah puluhan warga yang kami mintai keterangan, juga petugas BPN”, ujar Soegeng. Bahkan kejaksaan juga telah memeriksa mantan Kepala BPN Kota Probolinggo dan pihak kelurahan untuk dimintai keterangan.(sm/kjs/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Kasus Prano
 
  Ketua Tim Prona Probolinggo Ditetapkan Tersangka
 
ads1

  Berita Utama
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2